Terseret Kasus Suap, Pembangunan Proyek PLTU Riau-1 Tertunda

Ilma De Sabrini ยท Rabu, 08 Mei 2019 - 20:15 WIB
Terseret Kasus Suap, Pembangunan Proyek PLTU Riau-1 Tertunda

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan proyek PLTU Riau-1 tetap berjalan meski terseret kasus dugaan suap yang sedang ditangani KPK. Namun, pengerjaan proyek yang masuk dalam program 35.000 MW itu bakal tertunda.

"Saya enggak tahu apakah ini berhenti atau enggak, tapi kan yang namanya pembangunan pembangkit listrik kan berjalan terus ya, satu memang adalah dampaknya yang harusnya ada penambahan tenaga baru jadi berkurang, (proyek) paling delay," kata Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Menurut Ego, persoalan hukum yang terjadi pada PLTU Riau-1 menjadi ranah badan usaha, dalam hal ini PLN dan mitranya. Sementara posisi pemerintah, dia mengklaim, hanya mensahkan proyek tersebut yang diusulkan masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

"Terkait dengan kementerian ESDM kami hanya mensahkan ya, apakah sudah sesuai dengan rencana umum ketenagalistrikan, apakah mereka sudah memenuhi target bauran, pertumbuhan penduduk, rasio elektrifikasi itu, tapi detailnya badan usaha," tutur dia.

Pernyataan itu disampaikan Ego saat diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan suap di proyek PLTU Riau-1. Dia diperiksa untuk tersangka Samin Tan yang diduga memberikan suap kepada Eni Maulani Saragih yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Energi DPR.

Suap tersebut diduga diberikan pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal supaya Eni menggunakan kekuasaannya sebagai legislator untuk memengaruhi Kementerian ESDM dalam forum rapat kerja antara pemerintah dan DPR.


Editor : Rahmat Fiansyah