Teten: SAE Pujon Malang Jadi Pilot Project Modernisasi Koperasi Pangan

Michelle Natalia · Jumat, 16 April 2021 - 16:48:00 WIB
Teten: SAE Pujon Malang Jadi Pilot Project Modernisasi Koperasi Pangan
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto: Ist)

MALANG, iNews.id - Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, memastikan pembiayaan koperasi sektor produksi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) sudah berjalan. Salah satu tujuan pembiayaan melalui LPDB-KUMKM adalah memperkuat koperasi sektor pangan.

Hal tersebut disampaikan Teten saat melakukan kunjungan ke Koperasi SAE Pujon, Malang, Jawa Timur. Menurut Teten, koperasi tersebut akan menjadi pilot project modernisasi koperasi di sektor pangan. 

"Arahan presiden, kita ingin perkuat koperasi di sektor pangan, koperasi sektor riil. Ini bagian untuk memperkuat kedaulatan pangan kita," ujar Teten dalam kunjungan ke Koperasi SAE Pujon Malang, Jumat (16/4/2021).

Saat berdialog dengan pengurus koperasi, Teten memaparkan, masih diperlukan revitalisasi dan modernisasi produksi dengan ekosistem yang lebih kuat untuk mewujudkannya.

"Kami berkomitmen bukan hanya membantu pembiayaan untuk modal kerja investasi tapi juga menajemen yang lebih modern," kata Teten.

Untuk mewujudkan koperasi modern berbasis pangan, lanjut Teten, pemerintah menyediakan pembiayaan murah dan pendampingan. Teten menjelaskan, LPDB KUMKM menggelontorkan bantuan pembiayaan Rp12 miliar agar koperasi tersebut terus tumbuh.

"Kita tidak ada hibah atau bantuan. Kita hanya menyediakan pembiayaan murah dan pendampingan. Kita design sebagai pebisnis. Hari ini kita berikan Rp12 miliar. Kita lihat pengembangannya perlu diperkuat lagi,” tutur Teten.

Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, penguatan permodalan melalui dana bergulir akan dikucurkan hari ini. Menurutnya, pembiayaan itu akan digunakan untuk modal kerja dan peremajaan bibit sapi perah.

"Langsung cair karena untuk modal kerja dan peremajaan. Permodalan tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pangan dan bibit yang unggul,” kata Supomo.

Editor : Jeanny Aipassa