Tok, Pemerintah Setuju Kucurkan PMN Rp 35,13 Triliun untuk 7 BUMN di Tahun Ini

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 22 September 2021 - 12:22:00 WIB
 Tok, Pemerintah Setuju Kucurkan PMN Rp 35,13 Triliun untuk 7 BUMN di Tahun Ini
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp35,135 triliun untuk 7 BUMN. Sebelumnya, Kemenkeu baru menyepakati PMN untuk PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 6,2 triliun. 

Menurut Menteri BUMN, Erick Thohir, ketujuh BUMN yang menerima PMN 2021 adalah PT Indonesia Financial Group (IFG), PT Hutama Karya (Persero), PT Pelindo, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persrero), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT PAL Indonesia (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"PMN BUMN Tahun 2021 nantinya dialokasikan untuk program penugasan pemerintah hingga restrukturisasi di ketujuh BUMN tersebut," kata Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (22/9/2021). 

Dia menjelaskan, PMN untuk Indonesia Financial Group (IFG) atau PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) selaku Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan dikucurkan sebesar Rp 20 triliun. 

IFG akan mengalokasikan anggaran untuk program restrukturisasi berupa peningkatan kapasitas usaha dalam menata industri perasuransian dan pinjaman hingga restrukturisasi PT Jiwasraya (Persero). 

Kedua, PT Hutama Karya (Persero) senilai Rp 6,208 triliun. Anggaran dialokasikan untuk penugasan pembangunan Tol Trans Sumatera. Ketiga, PT Pelindo sebesar sebesar Rp 1,2 triliun untuk pembangunan pelabuhan. 

Keempat, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Rp 470 miliar untuk penugasan infrastruktur dasar 

Kelima, PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero)/KIW sebesar Rp 977 miliar, PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,28 triliun dan PT PLN (Persero) senilai Rp 5 triliun. 

"Kemudian kawasan industri batang. Alhamdulilah ini kerja sama dengan Kementerian Investasi, banyak sekali investasi yang masuk di batang, juga yang penting bagaimana kita pastikan industri baterai kita tidak cuma jadi market, tapi kita bangun di Indonesia yang salah satunya kemarin Hyundai meresmikan pabriknya di Cikarang," kata Ercik Thohir. 

Keenam, PT PAL Indonesia (Persero) sebesar Rp 1,28 triliun dan PT PLN (Persero) senilai Rp 5 triliun untuk pembangunan kapal selam. Ketujuh, PT PLN (Persero) sebesar Rp 5 triliun. 

"Terakhir ini PLN Rp 5 triliun sebagai pembangunan transmisi gardu induk distribusi listrik masuk desa. untuk masyarakat kita yang ada di desa yang belum mendapatkan listrik," ungkap Erick Thohir. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: