Transjakarta Targetkan Penggunaan Armada Listrik 14.000 Unit pada 2030

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Selasa, 26 November 2019 - 17:44 WIB
Transjakarta Targetkan Penggunaan Armada Listrik 14.000 Unit pada 2030

PT Transportasi Jakarta menargetkan 14.000 unit kendaraan yang dikelola telah menggunakan kendaraan listrik pada 2030. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Transportasi Jakarta menargetkan 14.000 unit Transjakarta yang dikelola telah menggunakan kendaraan listrik pada 2030. Kendaraan listrik ini meliputi bus besar, bus sedang, bus medium seperti metromini, hingga bus mikro seperti angkutan kota (angkot).

Presiden Direktur Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, target tersebut akan dicapai secara bertahap. Pasalnya, tahun depan pihaknya masih akan menambah armada konvensional dan baru pada 2021 diutamakan menambah armada listrik.

"14.000 total. Kalau dari segi roadmap itu seperti itu. 14.000 itu kombinasi semuanya," ujarnya di Gedung Tribrata, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Pasalnya, usia armada konvensional yang ada saat ini masih bisa digunakan hingga 10 tahun mendatang. Oleh karenanya, begitu usia armada yang ada saat ini habis semua maka bisa langsung diganti dengan kendaraan listrik.

"2021 kita utamakan sudah listrik penambahannya. Setelah itu penambahannya selalu listrik," kata dia.

Saat ini, pihaknya baru memiliki sekitar 3.200-3.300 unit armada. Untuk menggenjot target di 2030 tersebut pihaknya akan melakukan impor armada dan ditopang oleh industri kendaraan listrik dalam negeri akan berkembang ke depannya.

"Kita punya target yang ambisius dan signifikan. Harapannya semuanya akan support karena sebagian konsumen kita komitmen kendaraan listrik maka industri yang akan mensuplai itu harus ikut ke sana," ucapnya.

Saat ini, 30 persen atau sekitar 900 unit armadanya dimiliki sendiri dan sisanya bukan milik Transjakarta karena dioperasikan oleh operator lain seperti, PPD, DAMRI, Kopaja, hingga angkot.

"Jadi itu semua yang menjadi bagian ekosistemnya Transjakarta karena mereka dijalankan miliknya sendiri tapi brandingnya semua Transjakarta dan dibayar oleh Transjakarta sekian rupiah per kilometer," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk