Tunggu Laporan Kuartalan Emiten, Investor Ambil Sikap Wait and See

Aditya Pratama ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 11:12 WIB
Tunggu Laporan Kuartalan Emiten, Investor Ambil Sikap Wait and See

Investor dinilai tengah masuk tahap melihat dan menunggu (wait and see) kondisi pasar saham. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Investor dinilai tengah masuk tahap melihat dan menunggu (wait and see) kondisi pasar saham. Pasalnya, penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengikuti kinerja pasar saham global diprediksi masih sementara.

Founder Ellen May Institute & Emtrade Ellen May mengatakan, kenaikan indeks Dow Jones dan IHSG sudah mulai terbatas memasuki semester II tahun 2020. Selain itu, investor juga tengah menunggu waktu perilisan laporan keuangan atau earning season emiten.

"Jadi, menunggu laporan keuangan dari kuartal II itu sendiri. Penguatan tipis ini juga kemarin sempat tertekan ya indeks Dow Jones dan kemudian ditutup menguat tipis itu dipengaruhi juga oleh pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang earning season," ujar Ellen dalam Market Opening IDX Channel, Selasa (14/7/2020).

Ellen berpendapat, perekonomian mulai bergerak di tengah Covid-19 karena berbagai negara telah melonggarkan lockdown. Begitu juga di Indonesia, di mana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah memasuki masa transisi.

"Earning season untuk kuartal II sangat mengkhawatirkan karena terjebak pandemi sudah pasti hasilnya akan lebih buruk dari kuartal I. Untuk perekonomian sendiri saat ini sebenarnya Indonesia memang tertekan tapi tidak seburuk negara lainnya seperti Singapura yang sudah confirm resesi, dan kemudian Malaysia, India, mereka juga pelemahannya lebih dalam untuk negara negara berkembang," kata dia.

Selain itu, jika dilihat secara PMI Manufaktur, di Amerika Serikat, China dan Indonesia telah mengalami peningkatan. Di AS maupun China telah menunjukkan tingkat ekspansi dari manufaktur.

Contohnya saja China yang mencatakan angka lebih dari 50, sementara di AS mendekati angka 50.

"Kalau di Indonesia saat ini masih berada di atas 39,1 pada Juni kemarin, naik dari bulan sebelumnya. Tapi di Indonesia kalau kita lihat masih di bawah angka 50, artinya ini masih kontraksi tapi sudah membaik," ucap Ellen.

Editor : Ranto Rajagukguk