Warga Jepang Bakal Terima Bantuan Tunai Rp46 Juta di Tengah Covid-19

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 03 April 2020 - 20:01 WIB
Warga Jepang Bakal Terima Bantuan Tunai Rp46 Juta di Tengah Covid-19

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe. (Foto: AFP)

TOKYO, iNews.id - Pemerintah Jepang akan memberikan bantuan tunai senilai 300.000 yen atau Rp46 juta (1 yen: Rp153). Stimulus tersebut diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah Covid-19.

Dikutip dari Japan Today, Jumat (3/4/2020), PM Jepang Shinzo Abe dan partainya, Liberal Demokratik sepakat menerapkan BLT tersebut.

"Saya mengatakan kepada PM bahwa uang 300.000 yen perlu diberikan kepada tiap rumah tangga karena pendapatannya turun," kata Ketua DPP Liberal Demokratik bidang Kebijakan Publik, Fumio Kishida.

Kishida telah bertemu dengan PM Abe untuk membicarakan hal tersebut dan Abe sepakat dengan ide itu. Namun, tak semua rumah tangga di Jepang akan memperoleh bantuan tunai.

Sekitar 10 juta dari 58 juta rumah tangga di Jepang atau 17 persen akan memperoleh bantuan tersebut. Bantuan ini akan menjadi program utama dalam stimulus ekonomi yang akan diumumkan pemerintah.

Pemerintah Jepang awalnya mengusulkan bantuan senilai 200.000 yen, namun PM Abe minta jumlahnya dinaikkan.

Anggaran bantuan tunai itu akan dialokasikan dari APBN tambahan 2020 yang akan diajukan kepada parlemen sebelum akhir April.

Menteri Ekonomi dan Fiskal Jepang, Yasutoshi Nishimura mengatakan, pemerintah tidak akan menetapkan batasan penghasilan bagi mereka yang akan mendapatkan bantuan.

"Jika kita menetapkan batas penghasilan, kita harus memeriksa pendapatan tiap individu yang akan makan banyak waktu. Kami akan menggunakan cara yang tak biasa," kata Nishimura.

Yang jelas, kata dia, kelompok masyarakat seperti PNS, politikus, dan para eksekutif perusahaan yang tidak terlalu terdampak Covid-19 tidak akan mendapatkan bantuan. Mereka yang mendapatkan bantuan yaitu mereka yang kesulitan bertahan hidup akibat corona.

Bantuan tunai ini akan masuk dalam paket stimulus baru senilai 60 triliun yen, termasuk stimulus fiskal 20 triliun yen. Paket ini lebih besar daripada stimulus yang diberikan saat krisis finansial global 2009 senilai 56,8 triliun yen.

Editor : Rahmat Fiansyah