Temui Xi Jinping, Trump Akan Berdialog soal Defisit Perdagangan Dua Negara

Ranto Rajagukguk ยท Selasa, 07 November 2017 - 12:08:00 WIB
Temui Xi Jinping, Trump Akan Berdialog soal Defisit Perdagangan Dua Negara
Presiden Donald Trump saat menyambut Presiden China Xi Jinping di Florida (Foto: Getty Images)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump segera melanjutkan tur 12 hari Asianya dengan mengunjungi negara China. Kunjungan tersebut akan fokus pada pendalaman kerja sama perdagangan.

Mengutip CNBC, Selasa (7/11/2017), bila tidak ada aral melintang, Trump tiba di Ibu Kota China pada hari Rabu 8 November 2017. Dia akan bertemu dan bernegosiasi dengan Xi Jinping, pemimpin China yang paling berkuasa dalam beberapa dasawarsa .

Secara ekonomi, Trump diperkirakan akan fokus pada ketidakseimbangan perdagangan. Setelah Dialog Ekonomi Komprehensif Juli (sebuah sesi dialog ekonomi tahunan di Washington), kedua negara menyatakan ketertarikan mereka untuk mempersempit defisit perdagangan AS dengan China.

Trump kemungkinan akan mengumumkan perjanjian kerja miliaran dolar AS untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Berdasarkan pernyataan delegasi bisnis yang bepergian dengan presiden AS, kesepakatan tersebut kemungkinan akan berpusat pada China yang membeli produk energi dan pertanian Amerika, serta pesawat terbang dan mesin lainnya.

Sementara CEO Goldman Sachs Lloyd Blankfein hadir dalam delegasi bersama dengan perusahaan asuransi seperti PartnerRe. Hal tersebut telah meningkatkan spekulasi bahwa China dapat mengumumkan liberalisasi di sektor keuangan meskipun harapan untuk pergerakan struktural yang signifikan cukup rendah.

"Masalah struktural yang lebih rumit, seperti kritik AS terhadap praktik kekayaan intelektual China dan permintaan China untuk meningkatkan ekspor teknologinya ke AS untuk mengatasi defisit, tidak mungkin membuat kemajuan material dalam pertemuan mendatang," penelitian ANZ mengatakan dalam sebuah catatan.

Terlepas dari itu, banyak di kalangan masyarakat bisnis Amerika khawatir bahwa kebijakan Trump terhadap defisit dapat mengalihkan perhatian dari masalah yang lebih besar yaitu persaingan AS dan China dalam akses pasar dan persaingan di industri masa depan.

Ketua Kamar Dagang Amerika di China William Zarit mengatakan bahwa skenario terbaiknya adalah menggunakan dasar timbal balik dan proaktif.

"Itu orang China akan melihat bahwa mereka berminat membuka sektor industri yang berbeda dengan investasi asing dan produk AS yang benar-benar akan membantu orang-orang China."

"Skenario terburuk saya adalah kita tidak memiliki keterbukaan dan bahwa kita mungkin melihat semacam perlakuan reaktif dan timbal balik di sisi AS, membatasi investasi, membatasi ekspor China, itulah yang tidak ingin kita lihat," dia menambahkan.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda