125 Pinjaman Online Ilegal Masih Beredar, dari Aplikasi hingga Lewat SMS

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 11:45 WIB
125 Pinjaman Online Ilegal Masih Beredar, dari Aplikasi hingga Lewat SMS

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam L Tobing. (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Rahayu)

JAKARTA, iNews.id - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan 125 entitas yang melakukan kegiatan fintech pendanaan ilegal. Ratusan entitas tersebut tidak terdaftar di OJK.

"Kegiatan fintech peer-to-peer lending (P2P) ilegal masih banyak beredar lewat website maupun aplikasi serta penawaran melalui SMS," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing di Jakarta, Selasa (3/12/2019).

Pada 7 Oktober lalu, Satgas Waspada Investasi menindak 133 entitas fintech pendanaan ilegal, sehingga total entitas yang telah ditindak hingga November 2019 mencapai 1.898 sejak tahun lalu.

"Kami meminta masyarakat untuk berhati-hati sebelum melakukan pinjaman secara online dengan melihat apakah aplikasi P2P tersebut telah terdaftar di OJK atau belum," tuturnya.

Tongam mengatakan, Satgas terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk 13 kementerian/lembaga dan asosiasi fintech untuk mencegah masyarakat menjadi korban pinjaman online ilegal.

Satgas Waspada Investasi terdiri dari 13 K/L yaitu OJK, BI, Kominfo, Kemenag, Kemendag, Kemendagri, Kemenkop & UKM, Kemendikbud, Kemenristek, Kejagung, Polri, PPATK, dan BKPM.

Editor : Rahmat Fiansyah