2018, Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp27,28 Triliun

Rully Ramli ยท Senin, 11 Februari 2019 - 21:06 WIB
2018, Hasil Investasi BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp27,28 Triliun

BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) meraup dana hasil investasi Rp27,28 triliun sepanjang 2018. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) meraup dana hasil investasi Rp27,28 triliun sepanjang tahun lalu. Hasil investasi itu sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp26,71 triliun.

Meski lebih tinggi, hasil investasi itu gagal mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) BPJSTK 2018 sebesar Rp32 triliun. Dengan demikian, realisasi hasil investasi yang tercapai sekitar 85 persen dari target.

Direktur Pengembangan Investasi BPJSTK, Amran Nasution menyebut, salah satu faktor utama tidak tercapainya target karena kondisi pasar saham tahun lalu yang tidak begitu baik.

"Disebabkan karena turunnya indeks yang cukup tajam, sehingga tidak bisa memenuhi target gain di 2018," kata Amran di Gedung DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dengan capaian tersebut, kata Amran, tingkat pengembalian (return of investment/ROI) pada 2018 hanya 8,16 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan ROI yang ditargetkan 9,51 persen.

Selain kinerja saham yang kurang baik, turunnya ROI tersebut juga disebabkan tidak tercapainya target dana kelolaan BPJSTK. Pada 2018, terkumpul Rp364,91 triiun, sedikit lebih rendah dari target Rp367,81 triliun.

Data BPJSTK menunjukkan, hasil investasi dari saham mencapai Rp4,85 triliun, lebih rendah dari tahun 2017 sebesar Rp6,825 triliun. Turunnya hasil investasi ini karena kinerja IHSG yang turun 2,54 persen.

Turunnya hasil investasi di saham dikompensasi dengan kenaikan hasil investasi di surat utang negara (SUN). Sepanjang 2018, hasil investasi BPJSTK di SUN mencapai Rp17,13 triliun.

"Hasil investasi dari surat utang negara, cukup baik. Bisa diandalkan untuk 2018, karena indeks jatuh inilah yang menjadi andalan bagi BPJS," ujar dia.

Selain kedua instrumen di atas, BPJSTK juga menaruh dana kelolaan di deposito. Hasil investasi di produk ini mencapai Rp2,43 triliun, turun dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp2,84 triliun.

Sementara hasil investasi BPJSTK di instrumen lain yaitu reksa dana Rp2,71 triliun, properti Rp140 miliar., dan penyertaan modal langsung Rp11,4 miliar.

"Karena dalam PP 55 tahun 2015 banyak regulasi-regulasi, sehingga penyertaan hanya ke perusahaan anak dan satu jalan tol," ucap Amran.

 


Editor : Rahmat Fiansyah