5 Cara Terbaik Atur Pengeluaran Pribadi agar Tabungan Bertahan Lama

Djairan ยท Minggu, 05 Juli 2020 - 16:09:00 WIB
5 Cara Terbaik Atur Pengeluaran Pribadi agar Tabungan Bertahan Lama
Ancaman resesi akibat pandemi corona belum berakhir. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Banyak negara mulai membuka perlahan aktivitas ekonomi seiring memasuki masa kenormalan baru/new normal. Namun, itu tidak berarti mengharapkan keadaan ekonomi bisa langsung pulih seperti sedia kala dalam hitungan hari, termasuk juga dengan keuangan pribadi.

Ancaman resesi akibat pandemi corona belum berakhir. Ada baiknya Anda harus menahan godaan untuk berbelanja dengan berlebihan saat ini. Memang tidak semua orang terpengaruh dengan kondisi yang sama selama pandemi. 

Bagi sebagian orang, mungkin ini saat yang tepat untuk mengambil keuntungan dari tren pasar. Namun, sebagian lagi masih harus berhemat ekstra karena masih banyak di antaranya yang masih kehilangan pekerjaan atau berkurangnya pendapatan. Dikutip dari Rule One Investing Minggu (5/7/2020), ada baiknya Anda pertimbangan tips berikut agar memastikan pengeluaran pribadi terkendali. Hal ini guna menyokong keuangan pribadi tetap aman, dan membuat tabungan bisa bertahan lama.

Pangkas Daftar Pengeluaran

Batalkan langganan yang dirasa terlalu boros, turunkan atau ubah paket data pada ponsel, tinjau kembali semua langganan dan pertahankan yang penting saja. Kondisi ini, saat yang tepat untuk berkomunikasi dengan kreditur tentang pilihan untuk menurunkan pembayaran kartu kredit Anda. Anda bisa bernegosi pada momen yang tepat saat ini. Anda juga harus melihat anggaran keuangan jika tidak memiliki tabungan darurat atau pekerjaan kurang stabil sehingga perlu penghematan yang ekstra. Pertahankan anggaran terendah dalam setiap pengeluaran.

Prioritaskan Tagihan Utama

Langkah paling penting yang dapat diambil jika Anda khawatir dengan penghasilan adalah memprioritaskan apa yang dibelanjakan. Untuk mengetahui tagihan dan pengeluaran mana yang harus dibayar terlebih dahulu, dan mana yang dapat ditunda, Anda bisa cek ulang pengeluaran tiga bulan sebelumnya. Anda harus memprioritaskan tagihan pokok terlebih dahulu, seperti biaya utilitas, penyedia telepon seluler dan tagihan pinjaman.

Susun Cadangan untuk Kondisi Terburuk

Salah satu hal yang paling membantu saat menghadapi resesi adalah menciptakan skenario keuangan terburuk. Bayangkan seberapa jauh keuangan Anda bisa bertahan karena pandemi, dan lakukanlah pemetaan. Carilah apa kemungkinan terburuk dari kondisi keuangan Anda, seperti habisnya tabungan darurat. Menyusun skenario keuangan terburuk akan membuat Anda lebih percaya diri jika menghadapinya nanti. Langkah selanjutnya adalah, pastikan cadangan keuangan bisa membuat Anda bertahan setidaknya untuk tiga hingga enam bulan.

Jangan Tunda Bayar Utang

Kebanyakan orang tidak memiliki cukup uang tabungan untuk melalui keadaan ekonomi sulit. Jalan lain mereka pastinya meminjam uang, baik dengan mengambil pinjaman baru atau membebankan biaya ke kartu kredit. Jika Anda harus meminjam, kata para ahli penting untuk merencanakan ke depan perihal kemampuan membayarnya dengan murah dan aman.

Untuk mencegah kondisi terburuk, sebaiknya Anda fokus membayar utang apa pun yang Anda miliki sekarang, terutama utang kartu kredit tingkat tinggi. Anda mungkin juga bisa lakukan konsolidasi utang, itu akan memberi fleksibilitas dalam anggaran di mana beberapa kredit yang tersedia digunakan untuk keadaan darurat saja. Prinsip untuk tidak menunda membayar utang harus mulai Anda biasakan.

Merintis Bisnis Sampingan

Pada era digital seperti saat ini, semakin banyak peluang usaha yang dapat Anda rintis sebagai bisnis sampingan di sela-sela kesibukan bekerja. Anda juga bisa menimbang bisnis kekinian misalnya berjualan di marketplace hingga membuka tempat bekerja bersama alias co-working space. Bisnis yang berhasil dapat memberikan tambahan penghasilan yang menarik untuk keuangan Anda. 

Editor : Ranto Rajagukguk