Akselerasi Digitalisasi UMKM, BRI Sinergikan 3 Ekosistem

iNews.id ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 07:55 WIB
Akselerasi Digitalisasi UMKM, BRI Sinergikan 3 Ekosistem

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso. (Foto: BRI)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyinergikan tiga ekosistem sebagai terobosan akselerasi digitalisasi segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Langkah ini agar UMKM mampu bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Ketiga ekosistem tersebut adalah ekosistem pasar, ekosistem digital dan ekosistem desa. Melalui tiga ekosistem tersebut, Bank BRI membangun ekosistem bisnis sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso mengatakan sesuai pengembangan roadmap digital, Bank BRI bertekad melayani masyarakat sebanyak-banyaknya dengan biaya seefisien mungkin melalui go smaller, go shorter dan go faster.
“Situasi krisis akibat pandemi corona (Covid-19) mendorong kami berinovasi lebih cepat. Kami menyinergikan tiga eksosistem sebagai cara kami mendigitalisasi UMKM agar terus bertumbuh, bangkit dari tekanan dampak corona,” ujar Sunarso, dalam Webinar Nasional “The Future of Digital Banking” , Kamis (23/7/2020).

Dia menjelaskan dalam sinergi tiga ekosistem tersebut, BRI memberikan edukasi, pendampingan, infrastruktur dan branding serta promosi bagi pelaku usaha. Bentuk-bentuk dukungan tersebut dinilai sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM, selain faktor pembiayaan.

“Untuk ekosistem pasar misalnya, Bank BRI membantu pasar tradisional dengan memperkenalkan belanja online, baik melalui WhatsApp, website, mobile apps, maupun Kerja sama dengan startup. Kami bangun web pasar yang mendukung hasil panen dari desa mengalir ke pasar lalu diserap oleh konsumen melalui belanja online. Jadi kami digitalisasi pasar tradisional,” katanya.

Sunarso menegaskan BRI berkomitmen memperluas kehadiran web pasar, sehingga semakin banyak pedagang tradisional yang diberdayakan dan jumlah pasar tradisional yang terdigitalisasi kian bertambah. Saat ini, Bank BRI memiliki 4.247 web pasar dengan jumlah pedagang terdaftar sebanyak 45.432 orang. Targetnya, BRI dapat membangun 5.241 web pasar dan memberdayakan 52.410 orang.

“Potensi pasar tradisional di Indonesia ini mencapai 14.182 pasar dan jumlah pedagang sebanyak 2,54 juta orang. Kami mendedikasikan satu orang mantri di tiap-tiap pasar untuk memberi edukasi ke anggota ekosistem pasar, salah satunya terkait cashless society,” ujarnya.

Terkait ekosistem digital, BRI telah menggandeng sejumlah perusahaan e-commerce besar dan ride hailing, mulai dari Tokopedia, Grab, Bukalapak, Shopee, Gojek, untuk pembiayaan KUR kepada merchant atau mitra mereka. Sementara untuk ekosistem desa, BRI mendukung pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan cluster dan produk unggulan serta BUMDES.

Sunarso menuturkan, langkah perusahaan mengorkestrasi ekosistem digital tersebut merupakan salah satu dari tiga pilar strategi digital perseroan, selain digitalisasi bisnis proses dan menghadirkan bisnis model baru demi menunjang kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat.

“Kami terus melanjutkan tranformasi bisnis, baik aspek digital dan budaya. Digital sudah menjadi DNA Bank BRI. Kami juga telah mengadopsi open banking dan membuka kemungkinan pemanfaatan teknologi blockchain untuk mendukung proses bisnis,” kata Sunarso.

Berbagai produk dan layanan digital telah dihadirkan Bank BRI, mulai dari BRIspot, Ceria (digital loand dan saving), BRImo hingga web pasar. Perbankan juga agresif membangun Kerjasama dengan start up fintech seperti Investree, TaniHub, LinkAja, dan memperkuat channeling P2P lending seperti Modalku dan Investree.

Editor : Dani Dahwilani