APFI Sebut Penyaluran Pinjaman Lewat Fintech Capai Rp33 Triliun dalam 2 Tahun

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 16 Mei 2019 - 15:13 WIB
APFI Sebut Penyaluran Pinjaman Lewat Fintech Capai Rp33 Triliun dalam 2 Tahun

Fintech. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (APFI) mencatat total penyaluran pinjaman lewat fintech pendanaan mencapai Rp33 triliun per Maret 2019. Angka itu merupakan akumulasi pinjaman dalam dua tahun terakhir.

Ketua Harian AFPI Kuseryansyah mengatakan, penyaluran lewat fintech terus melaju kencang. Bahkan, sepanjang Januari-Februari 2019, pertumbuhannya masih 50 persen.

"Kehadiran AFPI mendukung program pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, serta mengisi kebutuhan kredit masyarakat khususnya UMKM dan yang belum terlayani jasa keuangan konvensional," tuturnya di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

BACA JUGA:

4 Fintech Baru Saja Memperoleh Izin dari OJK, Ini Daftarnya

Perkuat Pengawasan Fintech, OJK Luncurkan OBOX

Meski penyaluran kencang, Kuseryansyah menyebut, kualitas pinjaman terjaga dengan baik. Dia menyontohkan, Investree yang sudah menyalurkan lebih dari Rp2 triliun ke sekitar 4.000 peminjam memiliki tingkat keberhasilan pengembalian 90 hari sekitar 99 persen.

Begitu juga dengan fintech-fintech pendanaan lain seperti Dompet Kilat, Amartha, dan KIMO yang TKB-nya di atas 98 persen. Dia optimistis kualitas pinjaman fintech pendanaan tetap terjaga sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saat ini, kata dia, sudah ada lima fintech pendanaan yang memperoleh izin dari OJK dari total 113 anggota yang sudah terdaftar. Mereka yang sudah memperoleh izin yaitu Investree, Dompet Kilat, Amartha, Kimo, dan Danamas.

Kuseryansyah yakin industri fintech akan berkembang pesat karena menjadi mitra strategis OJK. Dalam menjalankan usaha, fintech diatur dan diawasi OJK dengan panduan POJK Nomor 5-5/D.OS/IKNB/2019.


Editor : Rahmat Fiansyah