Banggar Usul BI Cetak Uang Rp600 Triliun, Begini Pandangan OJK

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 18:15 WIB
Banggar Usul BI Cetak Uang Rp600 Triliun, Begini Pandangan OJK

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Usulan Badan Anggaran (Banggar) DPR agar Bank Indonesia mencetak uang Rp600 triliun untuk menangani dampak Corona memicu prokontra. Ada pihak setuju dengan usulan tersebut, namun ada pula yang menilai usulan tersebut gegabah lantaran bisa memicu lonjakan inflasi.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpandangan, secara mekanisme, mencetak uang bisa dilakukan. Namun, saat ini masih terlalu dini kalau bicara jumlah uang yang akan dicetak.

“Mekanisme mencetak uang itu bisa dan ada. Kalau BI membeli SBN (surat berharga negara) di pasar perdana, itu salah satu pencetakan uang,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso kepada jajaran redaksi MNC Media, Selasa (5/5/2020).

Dia mengatakan, mekanisme pencetakan uang hanya bentuk kesiapsiagaan otoritas bila memang kondisi membutuhkan. Bila tidak, otoritas tidak akan melakukan.

“Kalau bicara jumlah, itu terlalu dini. Ini berjaga-jaga saja, kalau perlu bisa dilakukan, tapi kalau tidak perlu, ya tidak. Itu wewenang bank sentral,” katanya.

Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah sebelumnya mengusulkan BI mencetak uang antara Rp400-Rp600 triliun. Skenario anggaran penanganan Covid-19 yang dibuat pemerintah dinilai tak cukup.

Usulan tersebut, kata Said, didasarkan pada dua hal, yaitu ancaman keringnya likuiditas perbankan akibat menurunnya kemampuan debitur membayar kredit serta membesarnya kebutuhan pembiayaan APBN yang tak mudah ditopang oleh global bond dan pinjaman internasional.

Editor : Rahmat Fiansyah