Bank Syariah Indonesia Usung Bionic Banking dalam Transformasi Digital

Anggie Ariesta ยท Rabu, 26 Januari 2022 - 12:59:00 WIB
 Bank Syariah Indonesia Usung Bionic Banking dalam Transformasi Digital
Ilustrasi kantor Bank Syariah Indonesia. (Foto/Ilustrasi: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengusung strategi bionic banking dalam rangka transformasi digital. Melalui strategi tersebut, BSI mengalihkan beberapa layanan nasabah ke digital, di samping layanan di kantor cabang.

Direktur IT & Operations BSI, Achmad Syafii menjelaskan, bionic banking yang dimiliki perseroan, mengedepankan layanan dengan less complex. Artinya produk-produk yang dapat dilakukan secara sederhana sepenuhnya dialihkan ke digital melalui mobilke banking. 

"Mulai dari layanan onboarding, pembukaan rekening di awal sudah dilakukan secara biometric," ujar Achmad, dalam diskusi Bankers Dialogue Ikatan Bankir Indonesia, Rabu (26/1/2022).

Dengan demikian, bagi calon nasabah yang ingin pembukaan rekening BSI sudah seharusnya tidak perlu lagi datang ke cabang. Nasabah sudah bisa melakukan transaksi secara full termasuk fasilitas tarik tunai di ATM tanpa kartu, hal ini kemudahan bagi nasabah meski tidak memiliki kartu tapi dapat melakukan transaksi di ATM.

"Yang lebih unik lagi adalah mobile banking BSI kemampuan dia untuk investasi, ada yang emas sebagai fasilitas kemudahan kepada nasabah dengan nominal kecil dan ini sangat diharapkan oleh sebagian besar nasabah milenial," kata Achmad.

Disamping itu, lanjutnya, layanan finansial lain juga sudah disediakan BSI Mobile termasuk layanan pembiayaan, islamic dan layanan investasi lainnya. Layanan kedua adalah produk yang lebih complex di cabang sudah secara digital.

Dia menjelaskan, BSI juga terus berinovasi mengembangkan SupperApps yang menyediakan seluruh layanan perbankan dalam satu genggaman, layanan transaksi, dana, pembiayaan maupun layanan islami. Langkah-langkah ini juga merupakan konsistensi BSI untuk menjadi energi baru bagi ekonomi Indonesia.

Bank Syariah Indonesia adalah merger dari 3 bank syariah Himbara, ini merupakan mega merger di masa pandemi. Posisi BSI setelah merger adalah menjadi bank gabungan dari sisi nasabah bergabung menjadi 11,5 juta dan 3,1 juta mobile banking, serta 1.500 outlet, dengan total aset per September 2021 mencapai Rp251 triliun.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: