BEI Ungkap Keuntungan Klub Sepak Bola jika Melantai di Pasar Modal

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Rabu, 26 Juni 2019 - 20:03 WIB
BEI Ungkap Keuntungan Klub Sepak Bola jika Melantai di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat peluang yang bagus jika klub sepak bola dalam negeri melantai di pasar modal Indonesia. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat peluang yang bagus jika klub sepak bola dalam negeri melantai di pasar modal Indonesia. Pasalnya, ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan untuk pengembangan klub sepak bola.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, akan menjadi hal yang menarik untuk klub sepak bola menjadi perusahaan terbuka. Pasalnya, selama ini hanya perusahaan bisnis yang menjadi emiten di BEI.

"Hal yang menarik adalah kalau kita shifting, kalau jadi perusahaan tercatat, kalau dulu biasa kita lihat bisnis model dan ekspansinya tapi kalau klub sepak bola tentu akan menarik," ujarnya di kantornya, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Dengan mendapatkan pendanaan dari pasar modal, klub sepak bola bisa meningkatkan kualitas dan menambah jumlah pemain. Hal ini akan memperkuat posisi permainan klub sepak bola tersebut.

"Jadi dengan dana yang dimiliki tentunya akan bisa meng-hire para profesional sehingga nanti kualitas permainan, kualitas dari sisi kemampuan untuk achievement yang lebih tinggi akan terbuka," ucapnya.

Kemudian, dana tersebut juga bisa untuk menambah atau memperbarui fasilitas bagi pemainnya. Dengan demikian, pemain sepak bola dapat mengasah kemampuannya dengan lebih baik.

"Gimana kita menyediakan fasilitas klub sepak bola untuk mereka dapat mengembangkan dari sisi playernya untuk mendapat fasilitas yang lebih memadai, begitu pun fasilitas-fasilitas yang lain ya," kata dia. 

Di level internasional, tidak banyak klub yang sahamnya menarik perhatian investor. Bahkan, sebagian dari mereka keluar dari bursa (delisting). Misalnya, Tottenham Hotspur (Inggris) dan Celtic (Skotlandia)

Kendati demikian, ada sejumlah klub yang bertahan di bursa efek yaitu Manchester United (MANU) di 2001, Juventus (JUVE.MI) di, Dortmund (BVB.DE) di 2000, AS Roma (ASR) di 2000, dan Lazio (SSL) di 1998.

Dari IPO, MU meraup dana segar 233 juta dolar AS. Dana IPO itu kemudian digunakan untuk membayar utang MU yang membengkak karena Glazer membeli klub lewat utang.

Sementara, Borussia Dortmund mungkin satu-satunya saham klub sepak bola yang paling menguntungkan. Sejak IPO di Frankfurt Stock Exchange pada Oktober 2000, harga sahamnya terus meningkat secara konsisten, terutama sejak 2010. Saat ini, saham Dortmund dihargai 4,33 euro per lembar.

"Teman-teman bisa lihat di klub sepak bola yang sudah tercatat baik di Indonesia dan dunia. Artinya ini kesempatan klub sepak bola untuk maju di Indonesia," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk