Berbalik Melemah, Rupiah Sesi Pagi di Rp14.610 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 09 November 2018 - 10:09 WIB
Berbalik Melemah, Rupiah Sesi Pagi di Rp14.610 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan, Kamis (9/11/2018) berbalik melemah setelah di sesi terakhir kemarin mencatatkan penguatan. Alhasil, mata uang Garuda harus kembali ke level Rp14.600 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.00 WIB menunjukkan, rupiah melemah 71 poin atau 0,49 persen menjadi Rp14.610 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.539 per dolar AS. Laju harian rupiah teratat Rp14.607-14.647 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.645 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 49 poin atau 0,33 persen menjadi Rp14.600 per dolar AS dari posisi terakhir sebelumnya Rp14.649 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.535 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.535-14.649 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 19 poin menjadi Rp14.632 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.651 per dolar AS.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.639-14.655 per AS. Pergerakan rupiah berpotensi terdepresiasi akibatkan penguatan dolar AS.

Dia mengatakan, hasil pertemuan The Fed masih mempertahankan tingkat suku bunganya. Namun, juga menyampaikan masih adanya peluang kenaikan secara berkala sehingga membuat pelaku pasar beralih ke dolar AS karena pernyataan tersebut memberikan kesan masih adanya pengetatan moneter di AS.

"Dengan kenaikan dolar AS ini tentunya dapat berpotensi kembali menahan pergerakan dari rupiah. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," kata Reza dalam hasil risetnya, Jumat (9/11/2018).

Meski masih terdapat sejumlah sentimen positif namun, pergerakan rupiah pada perdagangan kemarin kembali berbalik melemah. Pasalnya, mulai terapresiasinya dolar AS jelang pertemuan The Fed membuat laju rupiah terimbangi sehingga berbalik turun.

"Di sisi lain, penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir turut dimanfaatkan untuk bertukar ke dolar AS yang sebelumnya bergerak turun," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk