Bergerak 2 Arah, Rupiah Bertahan di Rp14.514 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 10:07 WIB
Bergerak 2 Arah, Rupiah Bertahan di Rp14.514 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Jumat (7/12/2018) bergerak dua arah cenderung menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun, mata uang garuda masih berada di level psikologis Rp14.500 per dolar AS.

Data Bloomberg pada pukul 09.50 WIB menunjukkan, rupiah terapresiasi 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp14.514 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.520 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.514-14.533 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.525 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 15 poin atau 0,10 persen menjadi Rp14.500 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.515 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.515 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.489-14.531 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 32 poin menjadi Rp14.539 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.507 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS memperpanjang kerugian pada akhir perdagangan Kamis (6/12/2018), karena serangkaian data ekonomi negatif memberikan sentimen negatif ke pasar.

Mengutip Xinhua, Jumat (7/12/2018), imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun merosot ke 2,83 persen pada Kamis, memperpanjang kerugiannya setelah sempat menyentuh di atas 3 persen pada Senin.

Imbal hasil biasanya dilihat sebagai barometer untuk biaya pinjaman baik untuk sektor publik dan swasta. Para analis mengatakan, penurunan tersebut mencerminkan ketakutan investor terhadap volatilitas pasar yang meningkat dan kemungkinan perlambatan ekonomi.

Ekspektasi pasar pada kenaikan suku bunga lebih lanjut di pertemuan The Fed pada 18-19 Desember juga berkurang, karena kekhawatiran yang luas atas potensi pertumbuhan ekonomi yang melambat yang disebabkan oleh kurva imbal hasil terbalik dalam obligas AS pada Selasa.

Investor memperkirakan tidak ada lebih dari satu kenaikan suku bunga dari The Fed pada 2019, dibandingkan dengan ekspektasi sebulan sebelumnya untuk kemungkinan dua kenaikan suku bunga, menurut alat FedWatch CME Group.

Selain itu, pasar tenaga kerja AS melemah oleh pertumbuhan lapangan pekerjaan yang lebih lambat dari perkiraan di sektor swasta pada November, menumpuk kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi AS.

Pekerjaan sektor swasta meningkat sebesar 179.000 pada bulan November dengan dasar disesuiakan secara musiman, lebih rendah dari perkiraan 195.000 pos pekerjaan baru, menurut laporan oleh ADP, penyedia perangkat lunak dan layanan manajemen sumber daya manusia Amerika.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1374 dolar AS dari 1,1340 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi 1,2776 dolar AS dari 1,2736 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7222 dolar AS dari 0,7264 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,64 yen Jepang, lebih rendah dari 113,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9931 franc Swiss dari 0,9978 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3392 dolar Kanada dari 1,3384 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk