Bergerak Variatif, Kurs Dolar AS Bertahan Dekat Level Tertinggi 2 Pekan

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 17 Juni 2019 - 08:47 WIB
Bergerak Variatif, Kurs Dolar AS Bertahan Dekat Level Tertinggi 2 Pekan

Kurs dolar AS bergerak variatif. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

TOKYO, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) bergerak variatif terhadap mayoritas mata uang, meski tetap berada dekat level tertinggi dua pekannya seiring data penjualan ritel AS yang kuat. Namun, sentimen negatif tetap datang di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi negara ekonomi terbesar ini.

Mengutip Reuters, Senin (17/6/2019), rilis data penjualan ritel AS tetap memberi tenaga terhadap pergerakan dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve pekan ini. The Fed diperkirakan menurunkan suku bunganya pada pada pertemuan kebijakan Rabu. Pelaku pasar sebelumnya juga bertaruh bahwa The Fed akan melakukan hal itu waktu dekat.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang sedikit berubah menjadi 97,559 setelah menguat ke 97,583 pada Jumat, mencapai level tertinggi sejak 3 Juni.

Indeks telah menurun ke level terendah dalam dua setengah bulan terakhir di 96,459, tertekan laporan data tenaga kerja AS yang melemah sehingga meningkatkan harapan adanya penurunan suku bunga The Fed.

Ekspektasi penurunan suku bunga pada pertemuan Fed 18-19 Juni turun dari 28,3 persen pada Kamis menjadi 21,7 persen menurut alat FedWatch CME Group. Namun, taruhan pelonggaran moneter pada pertemuan Juli tetap tinggi di 85 persen.

"Selain data AS yang optimis, dolar didukung oleh kelemahan dalam mata uang lainnya, terutama euro," kata Junichi Ishikawa, ahli strategi senior FX di IG Securities di Tokyo.

Dengan pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang berada jauh di bawah target, Bank Sentral Eropa (ECB) baru-baru ini meningkatkan prospek stimulus yang lebih besar, dengan alasan bahwa penurunan suku bunga atau bahkan pembelian aset lebih mungkin diperlukan.

Bank sentral Australia dan Selandia Baru menghadapi kesulitan yang sama di tengah gejolak ekonomi global saat ini akibat konflik dagang antara AS dengan China. Imbal hasil obligasi Australia tergelincir ke rekor terendah pekan lalu karena investor mencermati pelonggaran moneter oleh Reserve Bank of Australia, yang sudah memangkas suku bunganya awal bulan ini.

Euro sedikit berubah menjadi 1,1216 dolar AS setelah melemah sekitar 0,6 persen pada Jumat.

Dolar Australia menguat 0,1 persen menjadi 0,6878 dolar AS, setelah melemah ketika 0,7 pada Jumat pekan llau.

Dolar Selandia Baru melemah lebih dari 1 persen selama sesi sebelumnya, kini diperdagangkan mendekati level terendah tiga minggu di 0,6488 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,570 yen, bergerak datar setelah menguat 0,15 persen pada Jumat.


Editor : Ranto Rajagukguk