BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp14.060 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk, Antara ยท Kamis, 19 September 2019 - 17:59:00 WIB
BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp14.060 per Dolar AS
Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Kamis (19/9/2019) berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuannya menjadi 5,25 persen.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah menguat 6 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.060 per dolar AS dari posisi kemarin Rp14.066 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.060-14.104 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.101 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.058 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.055 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.055 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.055-14.099 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 19 poin menjadi Rp14.099 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.080 per dolar AS.

PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, nilai tukar rupiah ditutup menguat usai Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuannya. "Rupiah berbalik menguat melawan dolar AS setelah BI kembali menurunkan suku bunga acuannya," katanya. 

BI kembali menurunkan suku bunga acuan  sesuai dengan ekspektasi pasar. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 September 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25 persen.

"Penurunan suku bunga sudah diumumkan, berarti BI memangkas suku bunga dalam tiga bulan berturut-turut. Inflasi yang bisa terus terjaga memberikan ruang bagi BI untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter," ujar Ibrahim.

Selain itu, memasuki kuartal III 2019, neraca perdagangan mencatat defisit tidak terlalu besar pada Juli, kemudian berbalik surplus di pada Agustus meski tidak terlalu besar juga.

Bisa dikatakan neraca perdagangan lebih stabil di kuartal III-2019, sehingga defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bisa membaik.

Editor : Ranto Rajagukguk

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda