Bitcoin Kembali Naik ke Rp833 Juta Setelah Aksi Jual Pekan Lalu

Advenia Elisabeth ยท Selasa, 30 November 2021 - 08:57:00 WIB
Bitcoin Kembali Naik ke Rp833 Juta Setelah Aksi Jual Pekan Lalu
Harga Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto lain mengalami kenaikan pada Senin lalu, setelah mengalami aksi jual pada akhir pekan lalu. (foto: dok. iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Harga Bitcoin dan sejumlah mata uang kripto lainnya melonjak pada Senin (29/11/2021). Kenaikan ini terjadi setelah terjadi aksi jual pada akhir pekan lalu.

Dilansir dari CNBC, harga bitcoin kembali melesat di atas 58.000 dolar AS atau naik 5,8 persen menjadi 58.136,63 dolar AS atau setara Rp833,81 juta, menurut data Coin Metrics.

Mata uang digital lainnya juga mengalami kenaikan, seperti Ethereum melonjak hampir 7 persen menjadi 4.419,63 dolar AS setara Rp63,37 juta dan XRP naik 6 persen menjadi sekitar 99 sen.

Kepala Asia Pasifik di Bursa Cryptocurrency Luno, Vijay Ayyar mengatakan, laporan awal bahwa varian baru Covid-19, Omicron yang sangat bermutasi dengan gejala yang lebih ringan memberi dorongan pasar.

"Kami melihat berita tentang varian yang berpotensi lebih lemah dalam hal gejala dalam analisis awal, yang telah mendorong kembalinya pasar. Oleh karena itu, investor cerdas mungkin telah membeli penurunan ini," ujarnya dikutip dari CNBC, Rabu (30/11/2021).

Bitcoin minggu lalu merosot ke 53.549 dolar AS, dan ini menjadi level terendah sejak awal Oktober, di tengah aksi jual yang lebih luas pada saham dan aset berisiko lainnya di balik kekhawatiran atas varian baru Covid-19.

Mata uang digital terbesar di dunia ini turun lebih dari 20 persen dari level tertinggi sepanjang masa baru-baru ini hampir 69.000 dolar AS, secara resmi memasuki wilayah bearish. Bearish market biasanya ditentukan oleh penurunan 20 persen lebih dari tertinggi baru-baru ini.

Varian baru Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan, dan telah menyebar ke beberapa negara termasuk Inggris, Jerman, dan Italia.

AS, Inggris, dan negara-negara lain telah membatasi perjalanan dengan beberapa negara Afrika sebagai antisipasi. Inggris juga telah memperkenalkan langkah-langkah baru untuk mengatasi mutasi virus baru, termasuk wajib mengenakan masker di toko-toko dan transportasi umum di Inggris.

Pada hari Minggu, Dr. Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang pertama kali melihat varian Omicron, menggambarkan gejalanya sebagai "sangat ringan", menenangkan ketakutan akan potensi kembalinya pembatasan atau lockdown selama liburan.

“Lingkungan global memang menambah ketidakpastian di semua kelas aset berisiko seperti yang kita lihat minggu lalu, tetapi pemantulan kembali selalu menunjukkan kepada kita seberapa kuat tren naik, yang kita lihat di sini,” kata Ayyar.

Editor : Aditya Pratama

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda