BNI dan Shinhan Bank Salurkan Kredit Sindikasi Pertambangan

Diaz Abraham ยท Jumat, 13 September 2019 - 20:17 WIB
BNI dan Shinhan Bank Salurkan Kredit Sindikasi Pertambangan

Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta (kedua kiri), Direktur Utama Bank Shinhan Indonesia Hwang Dae Geu (kedua kanan) setelah penandatanganan perjanjian kredit sindikasi. (Foto: iNews.id/Diaz Abraham)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerja sama dengan Bank Shinhan Indonesia (Shinhan Bank) untuk pembiayaan kredit sindikasi PT J Resources Nusantara (JRN) sebesar USD231 juta. PT J Resources Nusantara merupakan anak perusahaan dari PT J Resources Asia Pasifik Tbk.

Fasilitas kredit sindikasi tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan tambang yang dioperasikan JRN dan anak perusahaannya. BNI berperan sebagai Mandated Lead Arrangers dan Bookrunners (MLAB).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen terkait pembiayaan antara Pemimpin Unit Bisnis Sindikasi BNI Rommel TP Sitompul, VP CST Divisi LMC 1 BNI M Roland Perdana, dan Direktur Utama Bank Shinhan Indonesia Hwang Dae Geu di Jakarta, Jumat (13/9/2019). Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut Direktur Tresuri dan Internasional BNI Bob Tyasika Ananta.

Rommel menuturkan pada kesempatan sebelumnya, kesepakatan Perjanjian Kredit Sindikasi yang menetapkan BNI sebagai MLAB, Agen Fasilitas, Agen Escrow, dan Agen Jaminan telah dilaksanakan pada 12 April 2019. Bank Shinhan Indonesia kini masuk sebagai kreditur partisipan dalam pembiayaan secara sindikasi ini.

“Usai penandatanganan dokumen kerja sama pembiayaan ini, maka secara resmi telah dilaksanakan pengalihan sebagian porsi kredit sindikasi BNI pada Bank Shinhan Indonesia,” ujar Rommel.

Bank Shinhan Indonesia adalah anak usaha Shinhan Bank, sebuah bank yang berkantor pusat di Korea dan memiliki 150 lebih jaringan di 20 negara. Semenjak memasuki pasar Indonesia pada 2016, Bank Shinhan Indonesia sampai saat ini telah mengoperasikan 53 kantor yang tersebar di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, dan Sulawesi, dengan disertai pertumbuhan asset yang kuat dan kinerja yang solid. (Adv)


Editor : Tuty Ocktaviany