Cari Arah, Wall Street Dibuka Turun Tipis

Ranto Rajagukguk ยท Selasa, 19 Februari 2019 - 22:05 WIB
Cari Arah, Wall Street Dibuka Turun Tipis

Bursa saham AS dibukan turun tipis. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street dibuka turun tipis karena indeks utama masih mencari arah dari sesi kenaikannya pada pekan lalu.

Mengutip CNBC, Selasa (19/2/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 57 poin. Indeks S&P 500 turun 0,2 persen, dengan sektor energi dan industri memimpin pelemahan. Indeks Nasdaq Composite juga tergelincir 0,2 persen.

Semua indeks utama naik setidaknya 0,6 persen pada Jumat lalu. Indeks Dow juga naik lebih dari 400 poin. "Indeks utama AS telah mulai mendapatkan kembali harga rata-rata jangka panjangnya," JC O'Hara, kepala teknisi pasar di MKM Partners, menulis dalam sebuah catatan.

"Sejarah menunjukkan bahwa ketika S&P 500 mendapatkan kembali tren setelah keluar dari kondisi oversold yang dalam, pasar ekuitas mengalami kenaikan terus," O'Hara menambahkan.

Ekuitas naik pekan lalu di tengah optimisme yang berkembang bahwa AS dan China akan dapat mencapai kesepakatan perdagangan permanen. Delegasi perdagangan AS yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Perwakilan Perdagangan AS Robert Lighthizer berada di China pekan lalu untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Tiongkok. "Sejauh ini, sangat bagus," kata Mnuchin.

Pembicaraan antara kedua negara akan dilanjutkan pekan ini di Washington. Kedua negara memiliki waktu hingga awal Maret untuk membuat kesepakatan. Jika tidak, tarif tambahan AS untuk produk-produk China dapat berlaku. Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bersedia untuk mempercepat tenggat waktu untuk memperoleh hasil dari pembicaraan perdagangan.

"Meskipun tampaknya mungkin Trump akan memperpanjang tenggat waktu itu untuk menghindari gangguan negosiasi substantif yang sekarang sedang berlangsung, ini tidak dapat diterima begitu saja," kata Christopher Granville, direktur pelaksana penelitian politik global di TS Lombard.

"Perundingan putaran kedua di Beijing pada akhir pekan lalu tidak menghasilkan terobosan, tetapi sama dan mungkin lebih penting, tidak ada gangguan juga. Kalau begitu, maka, risiko perang perdagangan ada ," Granville menambahkan.

Saham Walmart naik lebih dari 2 persen setelah perusahaan melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan. Perusahaan ritel ini juga mengatakan penjualan dari e-commerce tumbuh 43 persen pada kuartal sebelumnya.


Editor : Ranto Rajagukguk