Cegah Pembobolan Rekening, Jangan Buang Struk Sembarangan di ATM

Antara ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 21:17 WIB
Cegah Pembobolan Rekening, Jangan Buang Struk Sembarangan di ATM

OJK mengimbau masyarakat khususnya nasabah bank agar tidak membuang sembarangan struk ATM usai transaksi. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat khususnya nasabah bank agar tidak membuang sembarangan struk ATM usai transaksi. Ini untuk mencegah modus baru pembobolan rekening bank melalui struk.

"Kita mengimbau agar masyarakat tidak membuang sembarangan struk ATM, atau memilih alternatif lain dalam meminimalkan pencetakan transaksi, seperti pilihan fitur tampilan saldo rekening/transaksi pada layar ATM, penggunaan SMS banking, hingga penggunaan mobile banking," ujar Kepala OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution, Jumat (24/7/2020).

Dia menerangkan, jika menemukan aktivitas mencurigakan seperti pengambilan struk ATM yang bukan dilakukan petugas bank atau pihak berwenang segera laporkan ke petugas keamanan atau bank.

"Kita juga imbau agar menginformasikan kepada petugas keamanan, pihak bank atau menghubungi call center bank terkait jika menemukan aktivitas mencurigakan seperti pengambilan struk di lokasi ATM," kata Fredly.

Dia meminta kepada nasabah bank agar rutin memeriksa transaksi atau saldo rekening dan segera menghubungi call center atau pihak bank jika menemukan transaksi tidak wajar.

"Perlu kami informasikan data personal atau sensitif nasabah harus dijaga dengan baik karena kelalaian nasabah dalam mengamankan data dimaksud dapat meningkatkan risiko merugikan nasabah," ujar Fredly.

Selain itu, OJK juga meminta kepada perbankan untuk meningkatkan pengamanan lokasi ATM, termasuk monitoring CCTV dalam mengantisipasi aktivitas tidak wajar. Kemudian, membersihkan lokasi ATM, khususnya tempat pembuangan struk secara berkala dengan penghancuran struk sebelum dibuang ke luar area.

"Ketiga meningkatkan Know Your Customer (KYC) serta due diligent atas pembukaan rekening, penggatian kartu, dan setiap transaksi nasabah, khususnya berkaitan dengan penarikan dana. Selanjutnya, proaktif edukasi kepada nasabah atau konsumen, khususnya terkait pengamanan dalam penggunaan produk atau layanan," katanya.

Editor : Dani Dahwilani