Cenderung Melemah, Rupiah Dekati Level Rp14.100 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 14 Januari 2019 - 11:00 WIB
Cenderung Melemah, Rupiah Dekati Level Rp14.100 per Dolar AS

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Senin (14/1/2019) bergerak dua arah cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda yang kembali merosot mendekati level Rp14.100 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.24 WIB menunjukkan, rupiah melemah 42 poin atau 0,30 persen menjadi Rp14.090 per dolar AS dari posisi terakhir pekan lalu Rp14.047 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.037-14.092 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.052 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah terdepresiasi 13 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.085 per dolar AS dari sesi terakhir kemarin Rp14.072 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.040 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.030-14.085 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 24 poin menjadi Rp14.052 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.076 per dolar AS.

Sebagai informasi, kurs dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang pada Senin (14/1/2019) meski pelaku pasar tetap mencermati sikap Federal Reserve (The Fed) yang melonggarkan kebijakan moneternya tahun ini.

Mengutip Reuters, tahun lalu greenback telah mencatatkan penguatan 4,3 persen seiring langkah bank sentral AS yang menaikkan suku bunganya sebanyak empat kali. Namun, investor mengharapkan The Fed menghentikan kebijakan pengetatan moneternya.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama naik tipis di 95,68 perdagangan Asia. Dolar Australia dan dolar Selandia Baru tergelincir, masing-masing melemah 0,2 persen dan 0,1 persen.

Kedua mata uang telah menguat sekitar 1,5 persen terhadap dolar AS pekan lalu karena membaiknya hubungan AS-China untuk menegosiasikan kembali kebijakan dagang. Sementara itu, Dolar AS melemah 1,5 persen terhadap yuan pada pekan lalu.

Euro melemah sekitar 0,1 persen menjadi 1,1460 dolar AS. Mata uang tunggal itu merosot 0,3 persen pada Jumat pekan lalu setelah data menunjukkan bahwa Italia, ekonomi terbesar ketiga zona euro, berada dalam risiko resesi.

Pound Inggris menguat 0,15 persen menjadi 1,2861 dolar AS pada awal apa yang diharapkan menjadi minggu yang sangat fluktuatif. Sementara itu dolar AS dibeli 108,40 yen, sedikit lebih kuat versus greenback.


Editor : Ranto Rajagukguk