China Berencana Larang Penambangan Bitcoin

Rahmat Fiansyah ยท Selasa, 09 April 2019 - 21:40 WIB
China Berencana Larang Penambangan Bitcoin

Pemerintah China berencana melarang aktivitas penambangan bitcoin. (Foto: ilustrasi/Coindesk)

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China berencana melarang aktivitas penambangan bitcoin. Selama ini, China dikenal sebagai negara dengan jumlah penambang bitcoin terbesar di dunia.

Dilansir KRAsia, Selasa (9/4/2019), rencana tersebut terungkap dalam rancangan dokumen yang dibuat Bappenas China. Dalam dokumen tersebut, penambangan mata uang digital masuk dalam daftar aktivitas yang perlu "disingkirkan sesegera mungkin."

Kabar tersebut akan berdampak pada nasib bitcoin. Dalam penelitan yang diterbitkan oleh Princeton University, 74 persen penambangan bitcoin secara global dilakukan di China.

Pemerintah China menilai, larangan tersebut terkait dengan konsumsi energi yang dibutuhkan untuk menambang bitcoin. Selama ini, penambangan mata uang kripto membutuhkan energi yang besar.

Data Digiconomist menyebutkan, jika bitcoin adalah sebuah negara, maka dia ada di peringkat ke 48 untuk urusan konsumsi energi. Posisinya ada di antara Israel (47) dan Bangladesh (49).

Langkah China melarang aktivitas penambangan bitcoin karena negara tersebut ingin memperbaiki perubahan iklim dunia dengan memangkas konsumsi energi dan mengurangi emisi karbon.

Rencana tersebut mendapat reaksi keras dari pelaku industri. Direktur Pemasaran Bixin, Tyler Xiong merasa larangan tersebut sebagai bentuk kambing hitam pada bitcoin.

"(Aktivitas) itu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan cadangan devisa kita. Jadi ini jelas bukan industri yang seharusnya disingkirkan," kata Xiong.

Menurut dia, larangan tersebut akan berdampak besar pada produsen perangkat keras komputer. Pasalnya, banyak orang yang akan membeli perangkat lama dan melakukan penambangan di luar negeri.


Editor : Rahmat Fiansyah