Dampak Positif Covid-19, Pendapatan dan Laba Prodia Meningkat di Kuartal I-2021

Aditya Pratama ยท Selasa, 04 Mei 2021 - 17:14:00 WIB
Dampak Positif Covid-19, Pendapatan dan Laba Prodia Meningkat di Kuartal I-2021
Grha Prodia, milik PT Prodia Widyahusada Tbk

JAKARTA, iNews.id - Dampak positif pandemi Covid-19 terhadap emiten farmasi, tercermin dari kinerja yang dibukukan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Pada kuartal I-2021, laba bersih Prodia meningkat sebesar 356,4 persen menjadi Rp158,75 miliar. 

Selain itu, margin laba bersih dan margin EBITDA perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar 25,4 persen dan 36,8 persen. Prodia juga mencatatkan pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 59,8 persen menjadi Rp625,53 miliar pada kuartal I-2021, dibandingkan Rp391,37 miliar pada kuartal I-2020.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty mengatakan, pada kuartal I-2021 Perseroan mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. 

Pencapaian kinerja kuartal I-2021 menunjukkan posisi keuangan yang sehat dan struktur permodalan yang kuat sehingga memampukan kami untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar, dan mengeksekusi strategi untuk pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis Prodia.

"Kami fokus pada keunggulan operasional Perseroan dan upaya menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba. Kami juga terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja, meningkatkan layanan bagi pelanggan dan mengakselerasi transformasi digital layanan kesehatan,” ujar Dewi, dalam keterangan tertulis, Selasa (4/5/2021).

Dia menjelaskan, kenaikan pendapatan bersih pada kuartal I-2021 ditopang oleh kontribusi pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan. Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sebesar 67,6 persen kepada pendapatan Perseroan. 

Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sebesar 32,4 persen terhadap pendapatan Perseroan. Pendapatan tes esoterik juga mengalami pertumbuhan menjadi sebesar Rp252,69 miliar seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan tes
esoterik pada kuartal I-2021 menjadi sebanyak 516.711 tes.

Adapun total aset Perseroan pada kuartal I-2021 tercatat meningkat sekitar 7,6 persen menjadi Rp2,40 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Aset lancar menjadi Rp1,56 Triliun dan Aset non lancar menjadi Rp844,96 miliar. 

Sedangkan, total liabilitas meningkat sekitar 0,9 persen menjadi Rp447,83 miliar pada kuartal I-2021. Sementara itu, total Ekuitas naik menjadi sebesar Rp1,95 triliun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai Rp1,79 triliun.

Pada kuartal I-2021, jumlah pemeriksaan mencapai 4,2 juta dan jumlah kunjungan mencapai 833.260. Jumlah permintaan tes esoterik mengalami peningkatan sebesar 279,7 persen menjadi 516.711 tes. Perseroan berhasil membukukan rasio lancar sebesar 686,8 persen dan rasio cepat sebesar 661,0 persen. 

"Rasio keuangan ini juga mencerminkan neraca Prodia yang juga semakin menguat," ucap Dewi.

Dalam periode Januari-Maret 2021, Prodia telah melucurkan pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 Kuantitatif
(Spike-RBD) untuk mengukur titer antibodi terhadap virus Covid-19. 

Pemeriksaan ini berfungsi sebagai baseline kuantitatif antibodi terhadap SARS COV-2 untuk mengevaluasi respons imun individu terhadap virus SARS-CoV-2 sehingga memungkinkan dokter menilai perubahan relatif respons imun individu terhadap virus dari waktu ke waktu dalam bentuk numerik.

Selain itu, Perseroan juga menyediakan pemeriksaan Panel Pra-Vaksinasi Covid-19 Basic, Medium, Complete, yang berfungsi untuk memastikan kondisi kesehatan calon penerima vaksin Covid-19 terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) dan Panel Covid-19 Recovery Basic, Recovery Medium dan Recovery Complete. Dengan adanya panel pemeriksaan tersebut, para penyintas Covid-19 dapat dengan mudah memantau kondisi kesehatan tubuhnya setelah sembuh dari Covid-19.

Editor : Jeanny Aipassa