Di 2018, Gaji Karyawan di Sektor Ini Naik Paling Tinggi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 18:35 WIB
Di 2018, Gaji Karyawan di Sektor Ini Naik Paling Tinggi

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id – Perusahaan layanan konsultasi berbasis teknologi, Mercer menyatakan, terdapat peningkatan anggaran untuk gaji karyawan yang dipersiapkan perusahaan-perusahaan di Indonesia pada tahun ini.

Career Business Leader Mercer Indonesia Astrid Suryapranata memaparkan, berdasarkan studi tahunan peurusahaan, peningkatan anggaran untuk gaji karyawan pada 2018 mencapai 7,6 persen. “Sektor pertambangan dan ilmu hayati mencatatkan kenaikan tertinggi, masing-masing sebesar 8,4 persen dan 8,2 persen,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/12/2018).

Studi tahunan Mercer tersebut berdasarkan Total Remuneration Survey (TRS) yang melibatkan 545 perusahaan di Indonesia dari delapan sektor industri. “Dengan laju inflasi yang kompetitif dan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) yang positif di Indonesia, gaji karyawan di delapan sektor industri penting yang kami pelajari menunjukkan kenaikan yang cukup baik,” kata Astrid.

Sementara itu, pihaknya memprediksi kenaikan gaji secara keseluruhan pada tahun 2019 sebesar 8 persen, di mana sektor ilmu hayati akan mengalami kenaikan tertinggi yaitu sebesar 8,8 persen. Sebagian besar industri juga diperkirakan mengalami kenaikan gaji pada tahun 2019.

Prediksi kenaikan gaji secara keseluruhan mencerminkan kepercayaan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia menghadapi tahun 2019, di mana 80 persen perusahaan bergantung kepada kinerja perusahaan sebagai faktor penentu kenaikan gaji.

Meski demikian, kinerja karyawan akan tetap menjadi faktor penentu menurut 96 persen perusahaan, diikuti oleh posisi karyawan menurut 77 persen perusahaan. “Faktor ketiga tersebut lebih menentukan kenaikan gaji karyawan daripada faktor inflasi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menyadari struktur dan skala upah yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah. Hanya 20 persen perusahaan yang menganggap lama bekerja karyawan sebagai faktor penting,” ucap dia.

Sementara itu, Partner and Career Business Leader for International Region Mercer Puneet Swani menuturkan, selain Indonesia, negara-negara berkembang dan maju lain juga akan meningkatkan anggaran untuk pembayaran gaji karyawan. Dengan latar belakang perekonomian yang kuat dan kenaikan gaji riil (dihitung berdasarkan kenaikan gaji dikurangi inflasi) di negara-negara berkembang, kenaikan gaji tertinggi pada tahun 2019 diprediksi terjadi di Bangladesh sebesar 10 persen, India sebesar 9,2 persen, dan Vietnam sebesar 9,8 persen.

Sementara itu Australia diprediksi mengalami kenaikan gaji sebesar 2,6 persen, Selandia Baru sebesar 2,5 persen, dan yang terendah Jepang sebesar 2 persen. “Walaupun ada beberapa perbedaan di Asia Pasifik, tren perekrutan karyawan secara keseluruhan positif, di mana 66 persen perusahaan akan mempertahankan jumlah karyawan demi peluang melakukan diversifikasi dan pertumbuhan untuk menghadapi disrupsi yang sedang berlangsung,” kata dia.


Editor : Ranto Rajagukguk