Di Era Digital, Wapres Dorong Aset Wakaf Berupa Saham hingga Deposito Syariah

Suparjo Ramalan ยท Rabu, 28 Juli 2021 - 16:53:00 WIB
Di Era Digital, Wapres Dorong Aset Wakaf Berupa Saham hingga Deposito Syariah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap aset wakaf berupa saham hingga deposito syariah. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong umat Islam melakukan transformasi wakaf dari aset tetap menjadi aset bergerak, seperti saham, surat berharga, dan deposito syariah.

"Saya berharap di era kekinian aset wakaf bisa berupa aset bergerak, seperti saham, surat berharga, deposito syariah. Bahkan dana yang disimpan di rekening wakaf," kata dia di acara Konferensi Konferensi Ekonomi, Bisnis dan Keuangan Islam Nusantara di Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, secara daring, dikutip Antara, Rabu (28/7/2021).

Wakaf aset tetap, seperti tanah lebih dikenal mayoritas umat Islam karena mudah dijaga, tidak mengalami pengurangan nilai dan tidak hilang. Namun di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi transaksi ekonomi saat ini, menurutnya, wakaf bisa dilakukan dengan aset bergerak sepanjang aset pokoknya tidak berkurang dan hasil pengembangannya dibagikan.

"Karena itu, definisi wakaf tidak hanya baqa'i 'ainihi tapi juga baqa'i ashlihi, bahkan baqa'i manfaatihi; bisa saja barangnya tidak ada, tapi karena dipindahkan maka nilai manfaatnya akan tetap berlanjut," ujar Ma’ruf.

Dia menuturkan, wakaf aset bergerak boleh dilakukan selama syarat utamanya terpenuhi, yakni dikelola secara profesional dan kompeten oleh para ahli di pasar modal syariah.

"Hasil pengembangannya disalurkan ke mauquf ‘alaih untuk kepentingan sosial, sesuai akad oleh pemberi wakaf atau wakif," ucapnya.

Dia juga meminta jajaran pengurus Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) turut memastikan wakaf tersebut tidak disalahgunakan.

"Dana wakaf tersebut bersifat dana abadi umat, yang jumlah pokoknya tidak boleh berkurang tetapi manfaatnya terus berkembang," kata Wapres.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel: