Dibayangi Aksi Profit Taking, IHSG Rentan Terkoreksi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 09 November 2018 - 08:50 WIB
Dibayangi Aksi Profit Taking, IHSG Rentan Terkoreksi

Ilustrasi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan terkoreksi karena rentan aksi profit taking. Adapun IHSG akan bergerak dengan rentang pergerakan 5.900-6.000.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal pergerakan menguat IHSG membentuk pola northern star dengan indikasi mengancam penguatan lanjutan IHSG menuju phase distribusi menuju koreksi. Indikator Stochastic dead-cross pada area jenuh beli dengan momentum yang mulai tinggi pada indikator RSI.

"Diperkirakan IHSG akan bergerak terbatas di akhir pekan cenderung dibayangi aksi profit taking dengan support resistance 5.900-6.000," ujarnya dalam riset tertulisnya, Jumat (9/11/2018).

IHSG sebelumnya menguat 0,62 persen atau 36,92 poin ke level 5.976.81 dengan sektor trading dan keuangan memimpin penguatan. Saham BBRI dan BMRI menjadi kontributor utama penguatan Indeks.

"Benchmark obligasi 10 tahun naik dan yield obligasi turun 5,4 bps kelevel 8,05 persen seiring penguatan rupiah sebesar 0,35 persen ke level Rp14.539 per dolar AS," kata dia.

Sementara itu, ekuitas Asia ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei (+1,82 persen), TOPIX (+1,74 persen), HangSeng (+0,31 persen) dan KOSPI (+0,67 persen) ditutup pada zona positif. Namun, indeks Shanghai (-0,28 persen) tertekan meskipun data aktifitas perdagangan rilis berkontraksi dengan ekspektasi.

"Neraca perdagangan surplus Rp34,01 miliar dengan komposisi ekspor naik 20,1 persen di luar dugaan di tengah memanasnya tensi perdagangan global," ucapnya.

Bursa Eropa dibuka terkonsolidasi di mana indeks Eurostoxx (-0,26 persen), FTSE (+0,33 persen), dan DAX (-0,45 persen) setelah sempat optimis di awal sesi perdagangan.

Menurut dia, hal tersebut disebabkan adanya ketidakpastian politik di AS yang berlanjut setelah pengunduran diri Jaksa Agung Jeff Sessions. Dengan demikian, investor cenderung berhati-hati dalam keputusan The Fed dan mencari indikasi-indikasi pada laju pengetatan kebijakan di tahun depan.

"Di akhir pekan Investor akan mencermati data inflasi di China setelah melihat pertumbuhan aktifitas perdagangan yang masih pada zona ekspansi," tuturnya.

Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya ANTM, EXCL, HRUM, ERAA, INKP, MEDC, PNLF, dan TKIM.


Editor : Ranto Rajagukguk