Dolar AS Menguat di Tengah Anjloknya Poundsterling

Antara ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 07:38 WIB
Dolar AS Menguat di Tengah Anjloknya Poundsterling

Kurs dolar AS menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

NEW YORK, iNews.id - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lannya pada akhir perdagangan Kamis (14/3/2019), karena poundsterling memperpanjang kerugiannya setelah parlemen Inggris memilih untuk menunda Brexit, menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor atas ketidakpastian baru tentang kesepakatan perceraian Inggris-Uni Eropa.

Inggris akan meminta Uni Eropa (UE) untuk menunda keberangkatannya dari blok itu sampai paling tidak 30 Juni, setelah anggota parlemen memberikan suara pada Kamis (14/3/2019) di mana mereka juga menolak referendum kedua.

Perdana Menteri Theresa May sekarang akan memperbarui upaya untuk mendapatkan persetujuan Brexit yang dua kali ditolak oleh parlemen Inggris pada minggu depan. Dia memberi tekanan pada anggota parlemen pembangkang untuk mendukungnya dengan mengancam penundaan lebih lama jika mereka memberikan suara menentangnya.

Setelah seminggu yang sangat fluktuatif untuk pound, yang mencapai tertinggi sembilan bulan ketika anggota parlemen menolak meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, perdagangan relatif tenang pada Kamis (14/3/2019). Namun dorongan May untuk pemungutan suara lagi tentang kesepakatan Brexit menyiapkan panggung untuk pertarungan lain antara dirinya dan pemberontak euroceptics dan berarti lebih banyak ketidakpastian bagi investor.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1300 dolar AS dari 1,1329 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3236 dolar AS dari 1,3217 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7063 dolar AS dari 0,7090 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,74 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 1,0041 franc Swiss dari 1,0032 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3323 dolar Kanada dari 1,3303 dolar Kanada.


Editor : Ranto Rajagukguk