Dukung Pemerintah Tuntaskan Kasus Jiwasraya, Ini Penjelasan MNC Asset Management

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 13:07 WIB
Dukung Pemerintah Tuntaskan Kasus Jiwasraya, Ini Penjelasan MNC Asset Management

MNC Asset Management. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - MNC Asset Management (MAM) mendukung penuh langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk. Sampai saat ini, operasional masih berjalan normal.

Direktur Utama MAM, Frery Kojongian mengatakan, produk reksa dana yang dimiliki Jiwasraya hanya satu sebagai single investor.

“Jiwasraya hanya memiliki satu produk reksa dana yaitu MNC Dana Syariah Ekuitas II, dan hal ini tidak berdampak pada 35 produk lainnya, di samping itu total dana kelolaan pada produk MNC Dana Syariah Ekuitas II ini hanya 2,9 persen dari seluruh total dana kelolaan yang ada di MAM per 26 Juni 2020," ujar Frery, Jumat (26/6/2020).

Frery meminta nasabah tidak panik karena MAM adalah salah satu Manajer Investasi (MI) yang terdaftar dan diawasi OJK serta selalu patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Selama 20 tahun berdiri, MAM sebagai salah satu unit usaha MNC Financial Service akan selalu mengedepankan kepentingan nasabah dan senantiasa menaati peraturan perundangundangan yang berlaku," ucapnya.

Dia juga mengimbau kepada seluruh nasabah untuk tidak khawatir, karena hingga saat ini proses subscription, switching, dan redemption masih berjalan normal. "Kami akan selalu kooperatif dan patuh mengikuti proses hukum yang berjalan” ujar Frery.

Kejagung sebelumnya telah menetapkan 13 MI ebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya. Jumlah itu setara 13,4 persen dari seluruh total MI yang terdaftar di OJK sebanya 97 MI.

Total dana kelolaan 13 MI itu mencapai Rp48,2 triliun atau sekitar 10 persen dari seluruh dana kelolaan industri reksa dana per akhir Mei 2020.

“Mengenai penetapan 13 MI menjadi tersangka dalam kasus Jiwasraya, sampai saat ini 13 MI tersebut masih beroperasi seperti biasa karena belum ada pembatasan dari Kejagung," kata Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK, Anto Prabowo.

Editor : Rahmat Fiansyah