ECB Pangkas Suku Bunga, Wall Street Ditutup Naik

Ranto Rajagukguk · Jumat, 13 September 2019 - 07:31 WIB
ECB Pangkas Suku Bunga, Wall Street Ditutup Naik

Wall Street berakhir naik. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup lebih tinggi pada Kamis (12/9/2019) waktu setempat karena pasar mencermati keputusan moneter Bank Sentral Eropa (ECB), perkembangan perdagangan AS-China dan sejumlah data ekonomi .

Mengutip Xinhua, Jumat (13/9/2019), indeks Dow Jones Industrial Average naik 45,41 poin, atau 0,17 persen, menjadi 27.182,45. Indeks S&P 500 menguat 8,64 poin, atau 0,29 persen, menjadi 3.009,57. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 24,79 poin, atau 0,30 persen, menjadi 8.194,47.

Mayoritas dari 30 saham blue-chip di Dow diperdagangkan lebih tinggi pada penutupan pasar, dengan saham 3M naik 1,49 persen.

Perusahaan semikonduktor, yang pendapatan utamanya bergantung pada perdagangan global, juga memperpanjang kenaikan ringan, karena Philadelphia Semiconductor Index naik lebih tinggi hampir 0,3 persen.

Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih tinggi pada penutupan pasar, dengan sektor material naik lebih dari 0,7 persen, memimpin penguatan.

ECB memutuskan untuk memangkas suku bunga simpanan sebesar 10 basis poin menjadi -0,5 persen dan meluncurkan program pembelian obligasi besar-besaran pada Kamis untuk menopang perekonomian zona euro yang melorot.

Di bawah program pelonggaran kuantitatif, ECB akan membeli aset bersih senilai 20 miliar euro (21,9 miliar dolar AS) per bulan.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Kota (CPI-U) meningkat 0,1 persen pada Agustus berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,3 persen pada Juli, kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Kamis.

Peningkatan dalam indeks untuk tempat tinggal dan perawatan medis adalah faktor utama dalam peningkatan bulanan semua item yang disesuaikan secara musiman, melebihi penurunan indeks energi.

Dalam pekan yang berakhir 7 September, klaim pengangguran awal turun 15.000 menjadi 204.000 dari minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Kamis.

Angka itu mencapai level terendah hampir lima bulan. Rata-rata pergerakan empat pekan juga turun ke 212.500, turun 4.250 dari level minggu sebelumnya.


Editor : Ranto Rajagukguk