Ekonomi Syariah Lambat, Bisnis Seputar Haji dan Umrah Perlu Didorong

Rully Ramli ยท Rabu, 06 Maret 2019 - 15:25 WIB
Ekonomi Syariah Lambat, Bisnis Seputar Haji dan Umrah Perlu Didorong

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tidak puas dengan perkembangan ekonomi syariah yang lambat. Padahal, populasi Muslim di Indonesia mencapai 85 persen dari total penduduk.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan persoalan ekonomi syariah bukan terletak pada sektor keuangan, melainkan sektor riil. Artinya, permintaan di sektor ini tergolong rendah.

"Perkembangan keuangan syariah yang tidak bisa cepat setelah beberapa tahun terakhir itu kendalanya ada di sektor riilnya," ujar Menko Darmin di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

Menurut Darmin, peningkatan permintaan tersebut bisa dilakukan dengan mengoptimalkan sektor haji dan umrah. Sektor ini dinilai memiliki potensi yang sangat besar.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menambahkan, setiap tahunnya, jumlah jamaah haji nasional menjadi penyumbang jamaah terbanyak secara nasional setelah Arab Saudi. Namun, sumbangannya terhadap ekonomi syariah masih minim.

"Kalau kita lihat dari angka kita sebagai negara beragama Islam penduduknya yang beragama Islam terbesar dunia dari jumlah penduduknya yang melakukan ibadah haji dan umrah selalu tertinggi. Tapi begitu masuk ke bagian ekonomi keuangannya kita mulai tidak berada di nomor satu," tutur Darmin.

Menko Darmin menyebutkan, banyak peluang yang mampu dimaksimalkan dari sektor haji dan umrah. Di antaranya meningkatkan industri koper, yang merupakan barang wajib dalam pelaksanaan haji dan umrah.

"Saya pernah ikut umrah dan ngobrol dengan kelompok lain, itu kan tas koper bagus dan keren apa tampilannya, warnanya begitu ditanya itu buatan China semua. Kita enggak bisa mengumpulkan energi dan dana untuk membangun industri," kata dia.


Editor : Rahmat Fiansyah