IHSG Berpeluang Menguat, 10 Saham Ini Layak Dikoleksi

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 14 Februari 2019 - 08:02 WIB
IHSG Berpeluang Menguat, 10 Saham Ini Layak Dikoleksi

IHSG diprediksi menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak sedikit menguat. Adapun IHSG akan bergerak di rentang 6.380-6.473.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal terkonsolidasi dengan kembali break out lower bollinger bands sebagai signal pelemahan lebih lanjut dan masih akan menjadi awan hitam pergerakan indeks mendatang.

Indikator Stochastic bergerak bearish meskipun dari momentum RSI koreksi IHSG sejak awal pekan telah cukup mencapai area oversold. "Diperkirakan IHSG masih akan mencoba menguat bertahan di area level 6.400 dengan rentang pergerakan 6.380-6.473," ujarnya dalam riset tertulisnya, Kamis (15/2/2019).

Dia melanjutkan, IHSG akan bergerak menguat jika berhasil bergerak di atas level 6.400 dengan kembali menguji level resistance. Namun, akan terus melemah jika break out support 6.400 dengan target pelemahan hingga 6.260 dekat pada support MA50 dan FR38,2 persen dari pergerakan ideal wave 4.

IHSG sebelumnya ditutup turun 0,11 persen atau 7,21 poin ke level 6.419. Aksi jual investor asing sebesar Rp1,38 triliun dikhawatirkan memicu aksi profit taking setelah mengalami aksi beli yang cukup besar sejak awal tahun 2019.

Sektor keuangan dan infrasturktur kembali menjadi penekan pergerakan IHSG secara kontribusi. Sementara, sektor industri dasar dan pertambangan menguat menahan aksi jual.

"Pergerakan IHSG ini cenderung terkonsolidasi seiring aksi tunggu investor pada data penjualan mobil dan pertumbuhan pinjaman yang akan rilis pada hari Kamis," kata dia.

Ekuitas Asia melanjutkan aksi optimisnya dengan indeks Nikkei (+1.34 persen), Topix (+1.06 persen), HangSeng (+1.16 persen) dan Shanghai (+2 persen) menguat pada perdagangan hari ini. Nilai tukar Yen Jepang memperpanjang pelemahan menjadi trigger positif untuk ekuitas di Jepang.

"Trump mengisyaratkan sikap yang lebih berdamai terhadap China sehingga memicu harapan baru akan terobosan kesepakatan perpanjangan pengenaan tarif pada tensi perdagangan sebelum 1 Maret 2019," ucapnya.

Bursa Eropa ditutup menguat di mana indeks Eurostoxx (+0,45 persen), FTSE (+0,81 persen), dan DAX (+0,37 persen) dipimpin oleh perusahaan produsen mobil di Eropa. Pasalnya, poundsterling naik 0,1 persen lebih tinggi seiring pembicaraan Brexit untuk pertarungan kesepa6ktan Maret di Brussels.

Adapun sentimen yang memengaruhinya seperti minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,7 persen menjadi 53,46 dolar AS per barel. Angka ini tertinggi dalam seminggu setelah Arab Saudi berjanji untuk memperdalam penurunan produksinya.

Selanjutnya, investor akan menanti data aktivitas ekspor dan impor serta neraca perdagangan di China guna menjadi indikator dampak pengenaan tarif import AS pada  Maret mendatang. Dari dalam negeri data penjualan mobil akan rilis dibarengi dengan data pertumbuhan pinjaman.

Saham-saham yang dapat dicermati di antaranya TBLA, LSIP, JPFA, TPIA, GGRM, ASII, TINS, MEDC, INCO, dan DOID.


Editor : Ranto Rajagukguk