IHSG Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

Aditya Pratama ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 08:29 WIB
IHSG Berpeluang Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG berpeluang menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan hari ini. Indeks diprediksi bergerak di rentang 6.144-6.200.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG break out resistance Moving Average 50 hari. Hal ini sebagai konfirmasi penguatan lanjutan menguji upper bollinger bands dan MA200 secara optimis. 

Indikator Stochastic masih bergerak positif dengan RSI yang menguat mendekati area overbought. “Sehingga secara teknikal kami memperkirakan lanjutan penguatan kembali terjadi pada IHSG,” kata Lanjar dalam risetnya, Jumat (6/12/2019).

IHSG sebelumnya naik 0,64 persen atau 39,24 poin ke level 6.152,12 dengan saham-saham sektor aneka industri (+1,91 persen), pertanian (+1,83 persen) dan pertambangan (+1,55 persen) memimpin penguatan sektoral. Optimisme investor menguat seiring terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2019 mengenai pelonggaran pajak. 

Kebijakan tersebut guna merangsang pertumbuhan bisnis dalam negeri dan pertumbuhan ekonomi yang lebih mampu bertahan dari gejolak ekonomi global. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar 36.71 miliar rupiah dengan saham BBRI, TLKM dan PGAS menjadi top net buy value investor asing. 

Bursa saham Asia ditutup menguat dengan indeks nikkei (+0,71 persen), TOPIX (+0,48 persen), Hang Seng (+0,59 persen) dan CSI (+0,77 persen) naik cukup optimis di tengah dekatnya AS dan China dalam kesepakatan perdagangan setelah sempat didera kekhawatiran. Investor terus menimbang prospek AS menghapus kenaikan tarif yang dijadwalkan aktif 10 hari ke depan pada impor China.

Bursa Eropa membuka perdagangan dengan bervariasi di mana indeks Eurostoxx (+0,26 persen) naik sedangkan FTSE (-0,25 persen) dan DAX (-0,04 persen) terkoreksi dengan perusahaan ritel dan utilitas bergejolak mengiringi pesanan pabrik di Jerman secara tak terduga turun. Data penjualan ritel zona eropa turun lebih dari ekspektasi sebesar 1,4 persen dari 2,7 persen menjadi katalis negatif. 

Investor fokus pada apakah kesepakatan perdagangan fase-satu dapat datang bersamaan pada waktunya untuk mencegah kenaikan lain yang dijadwalkan dalam langkah AS untuk barang-barang China. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global mereda ketika tahun ini hampir berakhir. Kekhawatiran telah bergeser ke prospek bahwa ketegangan politik akan mempengaruhi kemajuan perdagangan, khususnya dukungan AS untuk pengunjuk rasa Hong Kong dan Muslim China. Selanjutnya investor akan menanti data nonfarm payroll dan tingkat pengangguran di AS.

Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal di antaranya WSBP, JPFA, SMGR, ULTJ, HOKI, BNLI, TLKM, PTBA, INDY, TINS, INCO, WSKT, PTPP, ASRI, ADHI, SCMA, dan ACES.


Editor : Ranto Rajagukguk