IHSG Berpotensi Lanjutkan Penurunan, Simak Saham Pilihan Ini

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 13 September 2019 - 08:31 WIB
IHSG Berpotensi Lanjutkan Penurunan, Simak Saham Pilihan Ini

IHSG akan alami tekanan. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak tertekan pada perdagangan hari ini. Adapun IHSG akan bergerak di rentang 6.320-6.350.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, candlestick IHSG membentuk pola dark cloud cover dengan potensi terkoreksi jangka pendek kembali menguji support MA20 dalam jangka pendek. Pelemahan ini membawa momentum RSI menjadi bearish dan dead-cross-nya indikator Stochastic. 

"Sehingga tekanan jual akan menghantui dengan percobaan menguji support MA50 terlebih dahulu dengan support resistance 6.320-6.350," ujarnya dalam hasil risetnya, Jumat (13/9/2019).

IHSG sebelumnya turun sebesar 0,62 persen atau 39,78 poin ke level 6.342 setelah sempat menguat setengah persen pada awal sesi perdagangan. Hal ini terjadi di tengah penguatan mayoritas indeks saham Asia IHSG justru tertekan sektor aneka industri dan infrastruktur menjadi penekan pergerakan hingga akhir sesi perdagangan.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp310,18 miliar dengan saham BMRI, BBNI dan TBIG menjadi top net sell value meskipun rupiah terapresiasi sebesar 0,47 persen yang ke level Rp13.994 per dolar AS.

Ekuitas Asia ditutup menguat di mana indeks Nikkei (+0.75 persen), TOPIX (+0.72 persennm) dan Shanghai (+1.08 persen) menguat sedangkan HangSeng (-0.26 persen) turun.

Terdapat tanda-tanda niat baik dalam perang perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan menunda kenaikan tarif sekitar dua pekan dan mengikuti laporan PBOC yang mempertimbangkan impor pertanian AS. Trump mengatakan akan menaikkan kembali tarif sebesar 5 persen pada impor China selama dua pekan, sementara Beijing mungkin mengizinkan perusahaan untuk melanjutkan pembelian produk pertanian AS.

Bursa Eropa menutup perdagangan dengan bervariasi, indeks Eurostoxx (+0.63 persen), FTSE (+0.09 persen), dan DAX (+0.41 persen). Setelah membuka perdagangan dengan terkonsolidasi menjelang pertemuan penting ECB dalam pembahasan stimulus lanjutan, di mana sebagian besar harapan para pembuat kebijakan untuk menurunkan suku bunga deposito dan memulai putaran baru stimulus moneter.

Pound naik ketika investor menunggu tikungan berikutnya dalam saga Brexit.

Harga minyak berfluktuasi ketika Badan Energi Internasional memperingatkan OPEC bahwa mereka menghadapi surplus minyak mentah yang menakutkan pada tahun 2020. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,6 persen menjadi 55,41 dolar AS per barel.

"Langkah-langkah oleh China dan AS untuk meredakan ketegangan menjelang pembicaraan tatap muka di Washington dalam beberapa minggu mendatang membantu mendukung sentimen ketika para investor menunggu keputusan kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia," tutur dia.

Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal di antaranya SMGR, INTP, HOKI, GGRM, BNGA, dan RALS.


Editor : Ranto Rajagukguk