IHSG Masih Rawan Koreksi, Simak Saham Pilihan Ini

Ranto Rajagukguk ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 08:04 WIB
IHSG Masih Rawan Koreksi, Simak Saham Pilihan Ini

IHSG masih rawan koreksi. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terkoreksi. Adapun IHSG akan bergerak di rentang 6355-6473.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal break out support MA20 sehingga potensi pergerakan bearish masih akan terasa hingga menuju support MA50 di kisaran level 6.292.

Koreksi wajar ini secara teknikal karena indikator stochastic bearish dan momentum RSI yang menukik cukup tajam membuat sebagian besar trader beranggapan IHSG perlu koreksi jangka pendek. "Diperkirakan IHSG masih akan tertekan dengan rentang pergerakan 6355-6473," ujarnya dalam riset tertulisnya, Kamis (13/2/2019).

Seakan melawan arus, IHSG ditutup melemah 1,06 persen atau 68,68 poin ke level 6.426 dengan sektor keuangan dan infrastruktur menjadi penekan pelemahan. Investor asing tercatat net sell Rp566,24 miliar.

Saham ASII menjadi pemimpin kontributor pelemahan menjelang rilis data penjualan mobil yang akan rilis pada Kamis. Data penjualan mobil awal tahun ini dikhawatirkan melanjutkan tren penurunan yang terjadi sejak bulan Oktober tahun lalu.

Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat di awali dengan penguatan yang optimistis pada ekuitas Jepang seiring pelemahan nilai tukar Yen. Indeks Nikkei (+2.61 persen), TOPIX (+2.16 persen), HangSeng (+0.10 persen) dan CSI (+0.72 persen) ditutup optimistis menguat.

Imbal hasil obligasi Jepang bertenor 10 tahun tetap berada di wilayah negatif bahkan setelah Bank of Japan pada Selasa memangkas pembelian beberapa obligasi bertanggal lebih lama untuk pertama kalinya sejak Juli dalam operasi reguler. BOJ telah berusaha mengurangi pembeliannya karena berfokus pada target hasil daripada pelonggaran kuantitatif.

Bursa Eropa ditutup mengikuti mayoritas indeks saham di Asia dengan menguat lebih dari setengah persen. Indeks Eurostoxx (+0.95 persen), FTSE (+0.06 persen) dan DAX (+1.01 persen) bergerak pada zona positif.

Sentimen selanjutnya investor masih akan mengarah pada data tingkat inflasi di AS guna menjadi indikator percepatan ekonomi. Dari dalam negeri, sentimen data ekonomi cukup krusial.

Indonesia akan merilis data pertumbuhan aktivitas ekspor dan impor serta neraca perdagangan dengan perkiraan defisit yang melebar menjadi -1,5 miliar. Selain itu Bank Indonesia akan juga merilis data pertumbuhan pinjaman pada bulan pertama ditahun ini.

Adapun saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya TBLA, JPFA, MAIN, GGRM, HOKI, ASII, DOID, MEDC, dan INCO.


Editor : Ranto Rajagukguk