IHSG Menguat 2 Persen ke 4.623 pada Akhir Pekan

Muhammad Aulia · Jumat, 03 April 2020 - 16:14 WIB
IHSG Menguat 2 Persen ke 4.623 pada Akhir Pekan

IHSG. (Foto: ilustrasi/Ant)

JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir naik cukup signifikan di tengah wabah virus corona. Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (3/4/2020) sore, indeks reli 92 poin atau 2,02 persen ke 4.623.

Mengutip data RTI, dari 534 saham yang diperdagangkan, 257 saham menguat, 142 saham turun, dan 135 saham stagnan. Frekuensi perdagangan terjadi 561.311 kali dengan 9 miliar lembar saham diperjualbelikan dan nilai transaksi mencapai Rp6,6 triliun.

Dari sembilan sektor yang menggerakkan IHSG, hanya sektor properti yang terkoreksi tipis 0,09 persen. Sektor industri dasar memimpin laju penguatan indeks setelah lompat di atas 8 persen.

Sejumlah saham yang masuk dalam daftar top gainers antara lain:

- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik Rp275 (5,79 persen) ke Rp5.025
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik Rp160 (4,16 persen) ke Rp4.010
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp80 (3,94 persen) ke Rp2.110
- PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp70 (4,56 persen) ke Rp1.605
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik Rp170 (20,48 persen) ke Rp1.000

Sementara saham-saham yang masuk top losers antara lain:

- PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun Rp200 (1,96 persen) ke Rp10.000
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turu Rp125 (1,73 persen) ke Rp7.100
- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun Rp200 (2,94 persen) ke Rp6.600
- PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) turun Rp115 (5,99 persen) ke Rp1.805
- PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) turun Rp65 (5,6 persen) ke Rp1.095

Investor asing mencatat jual bersih (net sell) Rp68 miliar di pasar reguler. Sementara secara keseluruhan, asing mencatat net sell Rp14 miliar.

Penguatan indeks terjadi di tengah bursa Asia yang variatif. Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,01 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,19 persen. Sementara Shanghai China terkoreksi 0,6 persen.

Editor : Rahmat Fiansyah