Jenuh Beli, IHSG Rawan Profit Taking pada Akhir Pekan

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 08:18 WIB
Jenuh Beli, IHSG Rawan Profit Taking pada Akhir Pekan

ilustrasi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA, iNews.id - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada akhir pekan. Indeks akan bergerak dalam rentang 6.285-6.355.

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, pergerakan IHSG berhasil rebound pada level support MA5 di kisaran 6.285. Kemudian, kembali menguat menuju upper bollinger bands dan resistance.

Meskipun demikian, indikator Stochastic masih bergerak cenderung negatif dengan Indikator RSI yang memberikan signal level saat ini cukup tinggi berada pada area overbought.

"Diperkirakan IHSG masih akan rentang tekanan dengan support resistance 6.285-6.355," ujarnya dalam riset tertulis, Jumat (11/1/2019).

IHSG sebelumnya melawan arus mayoritas indeks saham Asia dengan menguat 0,9 persen atau 56,47 poin ke level 6.328 dengan rentetan aksi beli investor asing yang mengalami tren positif.

Investor asing tercatat net buy Rp771,9 miliar rupiah seiring penguatan rupiah. Kurs rupiah kemarin ditutup menguat 0,51 persen ke level Rp14.053 per dolar AS.

Strategi pemerintah mengurangi kepemilikan investor asing pada Obligasi Ritel Indonesia (ORI) membawa dampak yang cukup signifikan terhadap kekuatan rupiah. Kemudian, sentimen positif juga datang dari perkiraan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) soal pertumbuhan kredit 2019 sebesar 10 persen.

"Rentetan sentimen dan katalis positif dari ekonomi yang lebih kuat membuat IHSG kuat melawan arus tren pelemahan di bursa Asia pada perdagangan kemarin," ucapnya

Indeks Nikkei (-1,29 persen), TOPIX (-0.85 persen) dan Shanghai (-0,19 persen) ditutup melemah sedangkan HangSeng (+0,22 persen) dan KOSPI (-0,07 persen) bergerak terkonsolidasi. Trader menunggu deatil kongkrit dari negosiasi perdagangan AS-China.

Saham-saham Jepang memimpin pelemahan sedangkan saham-saham China cenderung terkonsolidasi seiring Yuan naik ke level tertinggi sejak Agustus tahun lalu meski data inflasi China menunjukan perlambatan.

Mayoritas indeks saham Eropa ditutup dnegan indeks Eurostoxx (+0,18 persen), FTSE (+0,52 persen), DAX (+0,26 persen) dan CAC (-0,16 persen) yang mengalami penurunan terbesar dalam seminggu terakhir dengan saham-saham produsen mobil yang memimpin pelemahan sektoral.

Pada akhir pekan, trader akan berhati-hati menjelang rilis data tingkat inflasi di AS sebagai indikator sikap the Fed dalam kebijakan moneter dimana jika terdapat inflasi yang lebih cepat akan memangkas optimisasi sikap dovish pada suku bunga.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati di antaranya INKP, TKIM, SMGR, INTP, INDF, HMSP, dan TLKM.


Editor : Rahmat Fiansyah

TAG : ihsg