Kasus Eks Pejabat BPJSTK, SAB Disebut Punya Hubungan Khusus dengan RA

Rully Ramli ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 17:23 WIB
Kasus Eks Pejabat BPJSTK, SAB Disebut Punya Hubungan Khusus dengan RA

Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) menepis tudingan melindungi SAB yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada RA. Berdasarkan pengakuan SAB, keduanya memiliki hubungan khusus.

SAB merupakan Mantan Anggota Dewas BPJSTK yang memutuskan untuk mengundurkan diri usai kasus dugaan pelecehan seksual menyeruak di publik. Sementara, RA adalah staf BPJSTK yang juga Sekretaris SAB.

Ketua Dewas BPJSTK, Guntur Witjaksono membenarkan adanya aduan dari RA soal kelakuan SAB pada 28 November 2018. Tak ditanggapi, dia mengaku mendapatkan kabar dari rekannya bahwa RA mengunggah foto yang tidak sopan di akun media sosial.

"Kemudian malamnya saya mendapat WA (WhatsApp) dari SAB, merujuk terhadap postingan tersebut. SAB mengakui terjebak dalam hubungan khusus (dengan RA)," ujar Guntur saat jumpa pers di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (11/1/2018).

Pernyataan Guntur berbeda dengan yang disampaikan SAB beberapa waktu lalu. SAB mengaku tidak mempunyai hubungan spesial dengan RA. Dia juga menolak dihubungkan dengan upaya percobaan bunuh diri RA sebanyak dua kali. "Saya enggak ada hubungan spesial sama RA, saya anggap dia rekan," kata SAB.

Guntur mengatakan, adanya persoalan ini membuat Dewas BPJST menskors RA supaya tidak ada lagi pertemuan antara RA dengan SAB. Sementara itu, SAB diminta untuk menonaktifkan diri dari jabatannya sebagai anggota Dewas.

"Saya meminta dia untuk menonaktifkan dari anggota Dewas, kemudian disambut ia mengundurkan diri. Kami sangat kecewa," kata dia.

Guntur mengaku Dewas BPJSTK tidak berupaya melindungi SAB. Dia telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada proses hukum yang sedang berlangsung.

Kasus dugaan pelecehan seksual di internal BPJSTK muncul saat RA didampingi oleh Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando dkk mengadakan jumpa pers soal perlakuan SAB. RA mengaku diperkosa empat kali selama periode April 2016-November 2018.

RA merupakan tenaga kontrak Asisten Ahli Dewas BPJSTK. Dia mengaku beberapa kali mengadu kepada anggota Dewas BPJSTK lainnya, GW.

GW, kata RA, berjanji melindunginya, khususnya saat dinas ke luar kota. Namun, perlindungan tersebut tidak pernah diberikan sehingga dirinya menjadi korban pelecehan dan pemaksaan hubungan seksual.

RA mengaku takut dengan SAB karena SAB merupakan sosok yang dihormati dan ditakuti di lingkungan BPJSTK.

Kasus ini telah dilaporkan kepada Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) soal kode etik. Selain itu, kasus ini juga dilaporkan RA ke kepolisian meski SAB mempolisikan RA dan Ade Armando dengan tuduhan pencemaran nama baik.


Editor : Rahmat Fiansyah