Kembali Menguat, Rupiah Pagi Bergerak ke Rp13.649 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Selasa, 14 Januari 2020 - 10:45 WIB
Kembali Menguat, Rupiah Pagi Bergerak ke Rp13.649 per Dolar AS

Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Selasa (14/1/2020) pagi kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau masih betah di level psikologis Rp13.600 pe dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.20 WIB menunjukkan, rupiah terapresiasi 23 poin atau 0,17 persen menjadi Rp13.649 per dolar AS dari posisi kemarin Rp13.672 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.642-13.657 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.655 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 54 poin atau 0,39 persen menjadi Rp13.650 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.704 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.704 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.650-13.704 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 54 poin menjadi Rp13.654 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.708 per dolar AS.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menuturkan, nilai tukar rupiah pagi terus menguat seiring semakin dekatnya penandatanganan kesepakatan AS-China. Dia mengatakan, sentimen positif masih membayangi aset berisiko terkait optimisme penandatanganan kesepakatan fase satu.

Delegasi China dilaporkan sudah mendarat di Washington AS, yang memberikan konfirmasi penandatanganan akan dilakukan. Indeks saham AS sendiri semalam masih melaju menguat karena sentimen tersebut.

"Pagi ini emerging markets kemungkinan akan mengikuti penguatan tersebut termasuk rupiah," ujar Ariston.

Dalam kesepakatan dagang fase satu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15 persen terhadap produk impor asal China senilai 120 miliar dolar AS nantinya akan dipangkas menjadi 7,5 persen saja.

Sementara dari pihak China, Trump menyebut bahwa China akan segera memulai pembelian produk agrikultur asal AS yang jika ditotal akan mencapai 50 miliar dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk