Klub Sepak Bola Melantai di Bursa, Plt Ketum PSSI: Itu Mimpi Kami

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 17 Juni 2019 - 15:32 WIB
Klub Sepak Bola Melantai di Bursa, Plt Ketum PSSI: Itu Mimpi Kami

PSSI akan memfasilitasi klub sepak bola dalam negeri untuk menawarkan sahamnya ke publik. (Foto: PSSI)

JAKARTA, iNews.id - Klub sepak bola dalam negeri mulai menjamah pasar modal Indonesia dengan tercatatnya saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Diperkirakan klub sepak bola lainnya akan mengikuti jejak Bali United untuk memperoleh dana segar dari publik.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Iwan Budianto mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi klub sepak bola dalam negeri untuk menawarkan sahamnya ke publik. Hal ini untuk merangsang klub sepak bola lainnya untuk masuk Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Yang semacam ini kan harus kami fasilitasi, apa yang dilakukan Bali United, apa yang diperlukan melalui regulasi, kami berusaha bantu semaksimal mungkin," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Menurut dia, dengan menjadi perusahaan terbuka maka klub sepak bola dituntut untuk transparan dan membukukan laporan keuangan yang baik. Pasalnya, kinerja perusahaan memengaruhi fluktuasi nilai sahamnya.

"Karena sekarang susah untuk mengetahui sebuah klub mereka membelanjakan uangnya. Untuk mendapatkan financial fair play itu kita tidak mengetahui. Tapi begitu IPO (Initial Public Offering), dia membuat laporan keuangan, itu bagus untuk sepak bola indonesia," ucapnya.

Oleh karenanya, dia mengapresiasi langkah pengelola klub Bali United ini agar bisa diikuti oleh klub sepak bola lainnya. Pasalnya, hal ini akan memacu perkembangan sepak bola dalam negeri terutama dalam segi keuangannya.

"Kami tidak bisa mendorong pemilik-pemilik klub yang lalin untuk melakukan hal yang sama tanpa membuat suatu contoh. Hari ini sudah ada contoh, nilainya naik luar biasa, semoga itu merangsang buat yang lain," katanya.

Pengelola Bali United telah menawarkan saham perdananya di BEI sebanyak 2 miliar lembar saham atau setara 33,33 persen dari modal perseroan. Dari IPO ini, perseroan meraup dana sebanyak Rp350 miliar dengan harga  penawaran saham perdana Rp175 per lembar.

"Selamat kepada Bali United menjadi yang pertama IPO. Itu menjadi mimpi kami di PSSI, ketika sebuah klub melepas sahamnya, akan menjadi semakin terbuka, dituntut makin akuntabel, dan transparan. Ini yang kita ingin di sepak bola kita," tutur dia.


Editor : Ranto Rajagukguk