Kurang Sebulan, BRI Salurkan Kredit UMKM Terdampak Covid-19 Rp13 Triliun

Djairan ยท Jumat, 17 Juli 2020 - 21:45 WIB
Kurang Sebulan, BRI Salurkan Kredit UMKM Terdampak Covid-19 Rp13 Triliun

BRI mencatat telah menyalurkan kredit Rp13 triliun bagi debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak Covid-19, sejak 25 Juni 2020. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk alias BRI mencatat telah menyalurkan kredit Rp13 triliun bagi debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terdampak Covid-19 sejak 25 Juni 2020. Ini sesuai dengan peraturan Kementerian Keuangan.

Direktur Utama (Dirut) BRI, Sunarso menyebutkan, aliran kredit tersebut seiring dengan penempatan dana dari pemerintah kepada perbankan Rp10 triliun, dan merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kredit ini apakah jalan? Jelas berjalan dan lancar dari tanggal 25 Juni lalu sampai hari ini. Duit yang Rp10 triliun kami terima itu sudah disalurkan dalam bentuk kredit kepada UMKM sebesar Rp13 triliun,” ujar Sunarso di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Dia menjelaskan hal tersebut merupakan amanat dari Peraturan Kementerian Keuangan (PMK) Nomor 70 tahun 2020, yang menempatkan dana pada bank umum seperti di bank pelat merah salah satunya BRI. BRI harus menyalurkan kredit dengan meleverage tiga kali lipat. Maka, BRI yang menerima Rp10 triliun harus menyalurkan Rp30 triliun.

Tak hanya perihal kredit, untuk membantu UMKM, BRI juga akan mengembangkan ekosistem bisnis berbasis digital. Seperti di banyak pasar tradisional yang telah diperkenalkan sistem belanja online, salah satunya melalui website.

Melalui platform tersebut, BRI mendukung penjualan barang-barang berbagai kebutuhan. Di mana para penjual dan pembeli dituntun dapat berbelanja secara online. Dalam hal ini, BRI menggerakkan petugas setiap pasar untuk pendampingan dalam menggunakan media penjualan berbasis internet.

“Apakah ide ini mimpi? Ya tidak, ini buktinya sudah jalan. Baru saja jalan dua bulan, tapi mengejutkan, sudah ada 3.900 pasar yang kita buat seperti ini. Pak menteri BUMN saja sampai minta bantuan untuk membuat produk serupa ke saya,” kata Sunarso.

Dia menyebutkan, di seluruh wilayah di Indonesia terdapat 14.000 pasar tradisional yang berpotensi menggunakan sistem jual beli online. Jika terobosan tersebut diperluas, sangat mungkin percepatan pertumbuhan UMKM berbasis digital terlaksana.

Editor : Dani Dahwilani