Kurs Rupiah Menguat Signifikan di Rp14.391 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Jumat, 24 Mei 2019 - 18:12 WIB
Kurs Rupiah Menguat Signifikan di Rp14.391 per Dolar AS

Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Jumat (24/5/2019) mencatatkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda berhasil keluar dari level psikologis Rp14.400 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah terapresiasi 88 poin atau 0,61 persen menjadi Rp14.391 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.480 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.390-14.470 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.440 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah menguat 70 poin atau 0,48 persen menjadi Rp14.385 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.455 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.484 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.385-14.484 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 62 poin menjadi Rp14.451 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.513 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.400-14.550 per AS. Pergerakan rupiah masih berpotensi melemah seiring dengan diburunya aset safe haven.

Dia menyatakan, pelaku pasar harus mewaspadai isu perang dagang yang kembali berkembang. Hal ini membuat aset-aset aman seperti yen Jepang, emas, Franc Swiss, dan harga obligasi AS kembali menguat.

"Sehingga ada potensi rupiah berbalik tertekan hari ini terhadap dolar AS. USDIDR berpotensi bergerak di kisaran Rp14.400-14.550 hari ini," ujarnya kepada iNews.id, Jumat (24/5/2019).

Sementara itu dari dalam negeri, pasar akan terus memantau perkembangan situasi di mana hari ini adalah hari terakhir pelaporan kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) ke Mahkamah Konstitusi. Situasi yang aman dan terkendali bisa membantu rupiah untuk menguat hari ini.


Editor : Ranto Rajagukguk