Maybank Cetak Laba Bersih Rp809,7 Miliar

Kunthi Fahmar Sandy ยท Senin, 03 Agustus 2020 - 00:16 WIB
Maybank Cetak Laba Bersih Rp809,7 Miliar

Maybank mencatat kenaikan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali sebesar 7 persen menjadi Rp809,7 miliar pada semester pertama 2020. (Foto: Maybank/Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat kenaikan laba bersih setelah pajak dan kepentingan nonpengendali sebesar 7,0 persen menjadi Rp809,7 miliar pada semester pertama 2020 di tengah pandemi Covid-19. Kinerja didukung peningkatan pendapatan nonbunga (fee based income) dan pengelolaan biaya strategis berkelanjutan (sustained strategic cost management).

Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, perseroan mencatat kenaikan pendapatan fee based sebesar 1,4 persen menjadi Rp1,2 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya di mana terdapat  pendapatan fee non rutin sebesar Rp101,0 miliar dari hasil penyelesaian arbitrase domestik.

"Bila pendapatan fee non rutin tersebut tidak diperhitungkan, maka Bank mencatat kenaikan fee 11,0 persen yang berasal dari fee Global Market, bancassurance dan Wealth Management, serta biaya transaksi e-channel," ujar Taswin di Jakarta Minggu (2/8/2020).

Pendapatan dari fee Global Market naik tajam 116,1 persen menjadi Rp374,6 miliar pada Juni 2020, sementara pendapatan fee dari Bancassurance dan Wealth Management and investasi terus mencatat pertumbuhan dengan mencatat kenaikan 29,3 persen menjadi Rp122,6 miliar dari Rp94,8 miliar pada 2019. 

Profil pendanaan Bank terus menguat seperti tercermin dari peningkatan rasio CASA dari 33,1 persen pada Juni 2019 menjadi 40,0 persen pada Juni 2020, di mana tabungan meningkat sebesar 9,9 persen.

Menurut Taswin, peningkatan CASA merupakan hasil penerapan strategi Bank untuk mengurangi pendanaan berbiaya tinggi melalui penyediaan layanan cash management berbasis perbankan digital. Di mana nasabah-nasabah korporasi mulai beralih menggunakan layanan platform perbankan digital, dan Bank juga fokus pada penyediaan solusi keuangan di situasi saat ini. 

Sementara Rasio Kredit terhadap Simpanan/Loan to Deposit Ratio (LDR-Bank saja) berada pada tingkat yang sehat sebesar 94,2 persen. Rasio Cakupan Likuiditas/Liquidity Coverage Ratio (LCR-Bank saja) berada pada posisi 152,4 persen per Juni 2020, jauh melampaui kewajiban minimum sebesar 100 persen.

Editor : Dani Dahwilani