Menguat Signifikan, Kurs Rupiah Berada di Rp13.679 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Senin, 13 Januari 2020 - 10:38 WIB
Menguat Signifikan, Kurs Rupiah Berada di Rp13.679 per Dolar AS

Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada perdagangan, Senin (13/1/2020) pagi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan tersebut membuat mata uang Garuda masuk ke level psikologis Rp13.600 per dolar AS.

Data Bloomberg pukul 10.18 WIB menunjukkan, rupiah terapresiasi 92 poin atau 0,67 persen menjadi Rp13.679 per dolar AS dari posisi pekan kemarin Rp13.771 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.679-13.744 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.744 per dolar A.

Business Insider mencatat, rupiah menguat 77 poin atau 0,56 persen menjadi Rp13.673 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.750 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.763 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.673-13.763 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 104 poin menjadi Rp13.708 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.812 per dolar AS. 

Kepala Riset Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, nilai tukar rupiah pada awal pekan menguat seiring turunnya harga minyak dunia. "Penurunan harga minyak ini di antaranya karena tensi konflik antara AS-Iran mereda, ditambah Wakil Perdana Menteri Liu Le akan datang ke Washington DC untuk menandatangani perjanjian kesepakatan dagang AS-China untuk fase satu pada tanggal 15 Januari 2020 ini," kata di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Harga minyak mentah turun tajam pada akhir minggu lalu, bahkan tembus di bawah level 60 dolar AS per barel untuk jenis WTI. Selain itu, pasar masih menunggu rencana dari AS dan China dalam menandatangani kesepakatan dagang fase satu yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (15/1/2020) mendatang.

Dalam kesepakatan dagang fase satu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa bea masuk sebesar 15 persen terhadap produk impor asal China senilai 120 miliar dolar AS, nantinya akan dipangkas menjadi 7,5 persen saja sebagai bagian dari kesepakatan dagang tahap satu.


Editor : Ranto Rajagukguk