Menguat Signifikan, Kurs Rupiah Berakhir di Rp14.067 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Kamis, 11 Juli 2019 - 18:14 WIB
Menguat Signifikan, Kurs Rupiah Berakhir di Rp14.067 per Dolar AS

Kurs rupiah menguat. (Foto: iNews.id/Yudistiro Pranoto)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Kamis (11/7/2019) terus mencatatkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau menjauhi level psikologis Rp14.100 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah menguat 64 poin atau 0,46 persen menjadi Rp14.067 per dolar AS dari posisi terakhir kemarin Rp14.131 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp14.060-14.107 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp14.105 per dolar AS.

Yahoo Finance mencatat, rupiah terapresiasi 60 poin atau 0,42 persen menjadi Rp14.065 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp14.125 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp14.125 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp14.045-14.231 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah menguat 63 poin menjadi Rp14.089 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.152 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak menguat terhadap dolar AS. Dia menyatakan, dalam event testimoni di hadapan Komite Keuangan DPR AS tadi malam, Powell memberikan indikasi akan melakukan pemangkasan suku bunga pada rapat Bank Sentral AS di akhir Juli ini. Dengan demikian, nilai tukar dolar AS akan melemah terhadap mata uang lainnya. Hal ini bisa menjadi sentimen positif untuk penguatan rupiah hari ini.

"USDIDR berpotensi bergerak di kisaran Rp14.000-14.150 hari ini," ujarnya dalam hasil risetnya, Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, secara teknikal terlihat pola bearish pin bar pada USDIDR Daily chart yang mengindikasikan adanya potensi penguatan bagi rupiah terhadap dolar AS.

"Pergerakan rupiah terhadap dolar AS diprediksikan akan cenderung menguat pada Kamis, 11 Juli 2019," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Hal tersebut juga ditopang dengan stabilitas fundamental makro ekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan katalis positif bagi penguatan indeks.

Sebelumnya, adapun data retail sales per Mei mengalami kenaikan dari 6,7 persen menjadi 7,7 persen diharapkan akan memberikan katalis positif bagi indeks maupun rupiah.

Sementara sentimen positif dari  global, para pelaku pasar mengapresiasi adanya agenda pertemuan bilateral mendatang antara AS dengan China dalam rangka negosiasi perdagangan di antara kedua negara tersebut. Sementara itu, sentimen dari Gubernur The Fed Jerome Powell yang diproyeksikan memberikan dovish statement akan memberikan tingkat kepercayaan yang tinggi bagi para pelaku pasar.

Di sisi lain, penguatan harga komoditas dunia juga turut memberikan katalis positif baik indeks maupun rupiah. "Khusus untuk range USDIDR maksimum hari Kamis adalah: Rp14.090-14.170," tutur Nafan.


Editor : Ranto Rajagukguk