Merugikan, Pinjol Ilegal Perlu Dihindari di Tengah Covid-19

Suparjo Ramalan ยท Sabtu, 23 Mei 2020 - 09:35 WIB
Merugikan, Pinjol Ilegal Perlu Dihindari di Tengah Covid-19

OJK. (Foto: ilustrasi/Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Satgas Waspada Investasi menindak aktivitas pinjaman online (pinjol) ilegal. Kali ini, sebanyak 50 aplikasi pinjol berkedok koperasi simpan pinjam (KSP).

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing mengatakan, penindakan ini diperlukan karena masih banyak pinjol ilegal yang beroperasi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi, saat ini pendapatan masyarakat sedang turun akibat Covid-10 sehingga pinjol berpotensi menjadi solusi keuangan.

Namun, Tongam mengingatkan masyarakat untuk menghindari pinjol ilegal. Pasalnya, kegiatan tersebut sangat merugikan si peminjam.

"Kegiatan pinjaman online ilegal ini sangat merugikan masyarakat karena mengenakan bunga dan fee yang sangat tinggi, jangka waktu pinjaman singkat, dan diduga melakukan penyebaran data pribadi serta intimidasi pada saat peminjam tidak dapat mengembalikan pinjaman tepat waktu," kata Tongam, Sabtu (23/5/2020).

Satgas Waspada Investasi, kata dia, telah memberikan tips bagi masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman secara online. Pertama, cek legalitas apakah perusahaan pinjol tersebut terdaftar atau berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, ada 161 pinjol yang legal.

Kedua, masyarakat diminta meminjam uang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar. Jangan sekali-kali meminjam uang dengan cara gali lubang tutup lubang, karena akan menambah beban pembayaran utang.

Selain itu, sedapat mungkin pinjaman digunakan untuk kebutuhan yang produktif, sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga. Terakhir, sebelum meminjam, pahami risiko dan kewajibannya. Jangan menyesal setelah meminjam dan bayar sesuai waktu perjanjian.

Editor : Rahmat Fiansyah