OJK Beberkan 1,18 juta Debitur di Jabar Terdampak Covid-19

Antara ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 13:29 WIB
OJK Beberkan 1,18 juta Debitur di Jabar Terdampak Covid-19

Kantor Regional 2 Jawa Barat OJK menyatakan sebanyak 1,18 juta debitur terdampak pandemi Covid-19 dengan nominal outstanding pokok pinjaman Rp61,5 triliun. (Foto: Sindo)

BANDUNG, iNews.id - Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan sebanyak 1,18 juta debitur terdampak pandemi virus corona (Covid-19) dengan nominal outstanding pokok pinjaman sebesar Rp61,5 triliun. Sebanyak 665.000 debitur telah disetujui restrukturisasinya.

"Dari jumlah tersebut yang telah disetujui restrukturisasinya sebanyak 665 ribu debitur dengan nominal outstanding pokok pinjaman sebesar Rp29,52 triliun atau sekitar 48 persen dari nominal outstanding debitur yang terdampak. Sisanya masih dalam proses asesmen evaluasi perbankan atau lembaga pembiayaan," ujar Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Triana Gunawan dalam siaran persnya, Rabu (20/6/2020).

Triana mengatakan OJK akan terus memantau dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian global dan domestik serta mengantisipasi melalui berbagai kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan menjaga perekonomian nasional.

Selain itu, Kantor Regional 2 Jawa Barat OJK terus mencermati kinerja dan kondisi sektor jasa keuangan Jawa Barat di tengah pandemi Covid-19, yang tercatat masih dalam kondisi terjaga.

Ini ditunjukkan dengan intermediasi sektor jasa keuangan yang membukukan kinerja positif dan profil risiko industri jasa keuangan yang tetap terkendali.

Menurutnya, data perekonomian menunjukkan pandemi Covid-19 telah menyebabkan tekanan signifikan terhadap perekonomian global.

IMF pada World Economic Outlook April 2020 memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia akan terkontraksi sebesar tiga persen dengan pertumbuhan emerging markets diproyeksikan juga terkontraksi sebesar satu persen.

Karena itu, OJK mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk mengantisipasi pelemahan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19, terdiri atas meredam volatilitas di pasar keuangan melalui berbagai kebijakan dalam menjaga kepercayaan investor dan stablisasi pasar.

Editor : Dani Dahwilani