Pandemi Covid-19, BEI Sebut 19 Perusahaan Berencana IPO

Aditya Pratama ยท Minggu, 19 Juli 2020 - 17:14 WIB
Pandemi Covid-19, BEI Sebut 19 Perusahaan Berencana IPO

Dampak pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap perekonomian secara global, tak terkecuali pasar modal. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Dampak pandemi Covid-19 memberikan pengaruh terhadap perekonomian secara global, tak terkecuali pasar modal. Hampir seluruh kinerja indeks bursa global merosot, yang turut diikuti penurunan nilai kapitalisasi pasar sahamnya.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna menyebut, pandemi Covid-19 tidak begitu saja menyurutkan minat perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal atau Initial Public Offering (IPO). Bahkan, sampai dengan tanggal 10 Juli 2020 terdapat 19 perusahaan yang berencana mencatatkan saham di bursa.

"Sembilan perusahaan dari sektor trade, service and investment, tiga perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, dua perusahaan dari sektor consumer good industry, dua perusahaan dari sektor agriculture, tiga perusahaan lainnya merupakan perusahaan yang bergerak pada sektor basic industry & chemicals, infrastructure utilities & transportation, serta finance," ujar Nyoman saat dihubungi, Minggu (19/7/2020).

Selain itu, Nyoman menyebut, saat ini terdapat 30 penerbit yang akan menerbitkan 36 emisi obligasi/sukuk yang berada dalam pipeline di BEI.

Data EY melalui Global IPO Trend: Q2 2020 yang dirilis pada 29 Juni 2020, BEI memperoleh peringkat nomor 1 di ASEAN terkait penambahan jumlah perusahaan tercatat melalui IPO di periode sampai dengan Juni 2020.

"Bila dibandingkan dengan tahun lalu maka jumlah perusahaan tercatat mengalami peningkatan sebesar 59 persen dan total nilai penawaran umum mengalami peningkatan sebesar 40 persen," kata dia.

Dia menyebut, saat ini tren pasar saham pada semester II 2020 masih menunjukan tingginya minat dari perusahaan untuk IPO. Dia berharap, ke depannya situasi akan semakin kondusif sehingga dapat menambah keyakinan perusahaan untuk dapat menggalang dana melalui pasar modal.

Editor : Ranto Rajagukguk